Home / Mubaroq Dinata

Mubaroq Dinata

Aktivis KAMMI Daerah Lampung, Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Lampung.

Haramkah Shalat Pakai Kaos Oblong?

Ini obrolan khusus untuk kalangan kaum lelaki. Yaitu ketika para lelaki berangkat shalat ke mushalla/masjid. Pernahkah kita memperhatikan rekan-rekan sekalian ketika hendak shalat berjamaah? Atau tak perlu jauh-jauh, kembalikan saja pertanyaan berikut ini pada diri sendiri. Pakaian seperti apa yang kita kenakan ketika berangkat untuk shalat berjamaah ke masjid?

Baca selengkapnya »

Soekarno dan Palestina

"Untuk Taiwan saya rasa urusannya djelas, kami hanya mengakui satu Negara Tjina jaitu RRT, itu jang di daratan, lain negara tidak... dan untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel".

Baca selengkapnya »

Wanita di Balik Panggung Sejarah

Sungguh, Beliau paham benar atas apa yang diucapkannya: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena harta, karena keturunan, karena kecantikan, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” Khadijah, merupakan seorang istri pertama Rasulullah SAW yang menemani beliau hingga Muhammad SAW berusia 50 tahun. Atau sekitar selama 25 tahun hidup bersama pada masa awal berdakwah dalam fase sulit penuh tekanan.

Baca selengkapnya »

Arqam bin Abil Arqam: Sebuah Peran tanpa Perlu Ketenaran

Sebagian banyak kita dapat dipastikan mengenal sahabat Rasulullah yang bernama Abdurrahman bin Auf. Ia seorang pedagang, yang mana di tangan dinginnya keuntungan berlipat ganda dengan cepat. Ia dikenal dengan salah satu kisah dimana ketika rombongan Rasulullah hijrah dan kaum Muhajirin dan Anshar saling dipersaudarakan, setiap Anshar membagi hartanya kepada setiap Muhajirin. Namun kala itu Abdurrahman yang dipersaudarakan dengan Sa’ad bin rabi’ Al Anshori ditawari satu dari dua istri dan satu dari dua kebun yang sangat luas oleh saudara Ansharnya tersebut, menolak, dan ia berkata “Cukup tunjukkan saja aku di mana pasar”.

Baca selengkapnya »

Air Mata untuk Seorang Ayah

Sesaat setelah menjelaskan tujuanku, kubuka wawancara dengan pertanyaan dasar terkait penghasilan. “Penghasilan tidak pasti dik. Kecil, hanya sekedar menyambung hidup dari hari ke hari. Untuk membeli beras, saya upahan di ladang orang, jadi kuli tani, ikut bantu-bantu panen orang yang punya ladang, dan sebagainya dik”. Jawab ibu di hadapanku respek.

Baca selengkapnya »

Mahasiswa Dalam Putaran Globalisasi

Dalam setiap agenda perubahan sebuah bangsa, selalu terselip peran pemuda di baliknya. Tidak bisa dipungkiri, dari sebagian pemuda penggiat perubahan itu, juga dapat dipastikan mereka kalangan terdidik (mahasiswa). Dari masa ke masa di dalam setiap lembaran sejarah, mahasiswa sebagai sosok pemuda selalu menjadi pemeran utama dalam setiap perubahan dan pembangunan sebuah peradaban manusia.

Baca selengkapnya »