Home / Maiyade Laila Yane

Maiyade Laila Yane

Putri minang asli, daerah asal adalah Mungka Kab. 50 Kota, Payakumbuh Sumbar. sekarang domisili di Batam, bekerja disalah satu perusahaan swasta.

Asmara Tetra Diez

Rina berlari ke kamarnya, masih tidak percaya dengan nama yang tertera di undangan itu. Dia adalah senior idaman semua wanita di kampusnya dulu, yang juga merupakan kampus Ratri, Lusi dan Risma. Hayunda merupakan mantan ketua BEM yang sangat terkenal dengan pesonanya. Siapapun yang didekatinya pasti klepek-klepek. Apalagi Rina. Jadi yang kemaren itu apa? Chatting-chattingannya dengan Hayunda itu buat apa bila yang digandengnya ke pelaminan adalah Risma. Si pendiam yang tidak banyak kisah itu. Dan Rina kali ini sesenggukan, menangis sepuasnya di dalam kamar. Menangisi kebodohannya selama ini. “Dasar lelaki……, jahat…., hiks…, jahattttt…….” Rina hampir mencabik-cabik bantal yang ada dalam dekapannya. Sementara itu Risma masih panik kebingungan memperhatikan dua orang temannya yang masih belum sadarkan diri. Lusi dan Ratri masih saja pingsan. “Ya Allah apa salahku….??” Jeritnya dalam hati.

Baca selengkapnya »

Rumitnya Jodoh

“Lebaran ini nggak usah pulang ya, kalau memang masih belum ada. Setidaknya nama aja dulu cukup………” klik. Kali ini Ibu kejam sekali. Nelfon dengan kalimat lugas, cepat dan tepat mengenai ulu hatiku. Hiks…. “Kucari kemanaaaaaaaa……, arrrgghhhhh……”

Baca selengkapnya »

Ada Jingga di Mataku

Seperti biasanya, siang ini aku bertemu lagi dengan Gadis Kecil penjual ikan itu. Dia selalu melewati halaman rumahku setiap mau pergi maupun pulang sekolah. Gadis Kecil yang menarik. Dia masih kelas tiga SD. Sering kudengar bisik tetangga bahwa Gadis Kecil ini pintar di sekolah serta baik perilakunya. Wajahnya manis, kulitnya gelap dan paling mungil di antara teman-temannya, gadis kecil yang periang.

Baca selengkapnya »

Pemecah Belah Cinta

“Mbak, Mama Raihan kemana?” tanyaku pagi itu kepada Mba Lulu. Perempuan yang kupanggil Mama Raihan adalah si penjual sarapan pagi di komplek perumahanku. Sedangkan Mba Lulu adiknya. Tidak seperti biasanya, pagi itu tidak ada Mama Raihan. Ada yang kurang, suasana di warung itu tidak seceria biasanya.

Baca selengkapnya »

Marina

“Ceraikan akuuuuu!!! ceraikan aku…..!!! kau dengar??” “Aku tidak akan pernah menceraikanmu. Tidak ada alasan bagiku untuk itu” dengan nada tertahan. “Apa maksudmu tidak ada alasan? aku tidak tahan dengan pernikahan ini. Aku tidak bisa hidup seperti ini Budi. Sungguh aku telah menyesal menikah denganmu. Dengar itu……”

Baca selengkapnya »