Home / Inggar Saputra

Inggar Saputra

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan peneliti Insure. Tinggal di Jakarta.

Secangkir Cinta Gadis Piano

Kecintaan kepada musik kadang menghasilkan banyak kejutan dalam kehidupan. Musik yang dipahami sebagai sebuah seni menikmati hidup adalah sebentuk syukur kepada Allah. Sebab setiap keindahan nada mampu membangkitkan semangat, optimisme, menghadirkan kesedihan dan menjawab keraguan. Bahkan sebagian musik bercita rasa Islami seperti nasyid, qasidah dan marawis dapat menaikkan semangat kaum muslimin untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Baca selengkapnya »

Anis Matta, Sang Manusia Malam

Dalam hitungan kilat, KPK menangkap Luthfi Hasan Ishaaq. Tak butuh waktu lama, KPK langsung memvonis sebagai tersangka. Tamat sudah, riwayat politik sang ustadz dalam memimpin perahu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tapi tidak untuk PKS, partai yang berdiri sejak reformasi ini terus berjalan dengan sang nakhoda baru.

Baca selengkapnya »

Pelajar Muslim dan Krisis Keteladanan

Tahun 2012 sudah masuk menggantikan masa sebelumnya. Banyak harapan tertumpahkan kepada nasib pendidikan Indonesia khususnya pelajar muslim di Indonesia. Apalagi melihat track record pendidikan tahun 2011. Banyak pelajar mengalami krisis karakter luar biasa. Salah satunya adalah kasus tawuran wartawan dan pelajar SMAN 6 Jakarta. Selain tawuran, persoalan kekerasan di sekolah masih marak terjadi sehingga mengundang keresahan banyak kalangan.

Baca selengkapnya »

Be Fresh Generation With Tarbiyah

Penulis meyakini tarbiyah sebagai proses pembentukan manusia cerdas dan shalih. Tanpa keimanan, kecerdasan menjadikan kita buta akan realitas. Manusia buta akan menjadi budak akal dan kehilangan pegangan agama ketika mengarungi kehidupan. Manusia cerdas tanpa keimanan, hanya menjadikan diri seorang tuli. Orang tuli bercermin bak sufi yang meninggalkan kehidupan duniawi. Mereka menganggungkan kehidupan ke-Tuhanan dan berusaha menghilangkan kehidupan dunia. Tarbiyah tidak seperti itu, justru hakikat tarbiyah membentuk manusia sempurna. Matang secara akal, kuat secara ruhani sehingga tercipta manusia cerdas bermoral.

Baca selengkapnya »

Televisi Imamku?

Ilustrasi (inet)

Dunia teknologi berkembang semakin pesat. Dahulu televisi (TV) dianggap barang langka. Pemiliknya dianggap kalangan berkelas dan keluarga kaya. Tidak heran, TV dianggap lambang prestise dalam kelompok masyarakat. Tapi waktu terus berjalan. Adanya program listrik masuk desa mengubah segalanya. Kita dapat melihat bagaimana setiap rumah berhasil dimasuki TV. Kotak ajaib ini menyihir penduduk Nusantara. Mereka berlomba memiliki demi kepuasan informasi.

Baca selengkapnya »

Mencari Pemimpin Indonesia

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia sudah merasakan banyak pemimpin. Pasca kemerdekaan, kita menyelami kehidupan Orde Lama bersama Bung Karno. Selama memimpin banyak peristiwa suka duka mengiringi perjalanan kepemimpinannya. Sampai berujung, “tragedy” kudeta oleh Soeharto yang membangun rezim Orde Baru dan memimpin 32 tahun. Bapak bangsa ini meninggalkan pembangunan yang mewah sekaligus api korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang mengakar dari elitis sampai masyarakat bawah.

Baca selengkapnya »

Manusia “Cuek” Di Akhir Kapitalisme

Keruntuhan kapitalisme dan berbagai bentuk variannya memaksa fenomena baru yang mengerikan. Kemiskinan, begitu banyak orang menyebutnya. Suatu bentuk gejala yang melahirkan dampak negatif baru seperti kejahatan, sikap cuek dan tingginya nilai individualisme. Sehingga wajar jika Ali Bin Abi Thalib RA berkata “ jika kemiskinan itu manusia, aku akan membunuhnya.

Baca selengkapnya »

Mutilasi dan Kejahatan Sistemik

Belum selesai telinga mendengar kasus kekerasan wartawan dan pelajar SMAN 6 Jakarta. Hati rasanya masih panas mendengar berbagai tawuran yang masih rutin terjadi. Semakin hari, kondisi Jakarta semakin rapuh dilanda berbagai penyakit kekerasan. Kini kita kembali dipertontonkan aksi kekejaman mutilasi. Masyarakat pantas merasakan keresahan mendalam melihat kekerasan yang semakin membudaya.

Baca selengkapnya »

Rok Mini Versus Pakaian Syar’i

Belakangan ini, masyarakat Jakarta dikejutkan maraknya kasus pemerkosaan terhadap perempuan. Kejadian itu tentu menyisakan kenangan perih karena kehilangan kesucian yang berusaha dipertahankan. Kaum perempuan sebagai kalangan yang harusnya dilindungi justru mendapatkan ancaman kriminalitas. Mereka mendapatkan gejala serangan asusila yang mengorbankan harga diri.

Baca selengkapnya »