Home / Dita Anggraini

Dita Anggraini

Mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Departemen Nasional Riset Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam 2014/2015; Peserta Program Pembinaan SDM Strategis Nurul Fikri Angkatan 7 2014-2016.

Dana Wakaf, Pembiayaan Murah Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

Optimalisasi wakaf tunai ke sektor riil adalah salah satu solusi sulitnya sumber pembiayaan UMKM. Dana wakaf yang tidak menuntut pengembalian dan hanya perlu dipertahankan nilai abadinya memungkinkan pembiayaan qardul hasan (pinjaman kebaikan tanpa margin). Sebagai contoh, UMKM memerlukan dana Rp 10 juta untuk modal awal usahanya, lalu dengan akad qardul hasan, UMKM tersebut bisa mendapatkan pembiayaan tanpa bunga hanya dengan mengembalikan pokok pinjaman mengingat akad yang digunakan adalah akan tolong menolong).

Baca selengkapnya »

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa melalui Wakaf Produktif

Di tahun 2012 Indonesia memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Layanan Umum di bawah satuan kerja Kementrian Keuangan. Lembaga pengelola salah satu beasiswa terbesar ini ternyata memiliki skema yang unik. Umat muslim mungkin mengenal apa yang disebut dengan skema wakaf. Di kalangan masyarakat, wakaf lebih dikenal melalui skema wakaf tanah dan bangunan, namun saat ini sudah menjadi trend ketika setiap orang, siapapun, apapun latar belakangnya, bisa berwakaf melalui uang yang dia miliki. Terhitung dengan Rp 100.000 per bulan masyarakat Indonesia sudah bisa berwakaf melalui program wakaf tunai yang diakomodasi oleh Badan Wakaf Indonesia.

Baca selengkapnya »

Kebijakan BPJS: Rakyat Dipaksa Makan Riba?

Perlu kita telisik seberapa besar manfaat dan kerugian atau keburukan dari BPJS ini. Proses penggodokan UU sejak 2004 hingga terimplementasi sepuluh tahun kemudian bukan tidak mungkin tanpa pertimbangan. Cita-cita besar meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat Indonesia adalah tujuan utama dari kebijakan ini, namun tersandung beberapa teknis yang pada akhirnya masih menyelipkan keraguan sehingga muncul stigma seolah rakyat dipaksa memakan riba.

Baca selengkapnya »