Home / Ahmad Jamaluddin

Ahmad Jamaluddin

Lahir di Tangerang tahun 1979. Telah menikah dan sudah dikaruniai 3 orang anak. Saat ini tinggal di Jakarta. Lulus dari Fakultas Kedokteran UI dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Magister Kesehatan Masyarakat UMJ. Aktif sebagai Ketua BSMI Jakarta dan Sekjen Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Kepala IGD RSIA Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan dan Muhammadiyah Disaster Management Center. Saat ini bekerja sebagai Pengajar Emergency First Aid Course BSMI Jakarta dan Dokter IGD RSIA Muhammadiyah Jakarta Selatan. Pernah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI untuk Tim Kesehatan Penanggulangan Darurat Pangan Kab. Yahukimo, Papua tahun 2006.

Tata Kelola Kartu Jakarta Sehat ala “Jokowi-Ahok” yang Penuh Kelemahan

Kelemahan KJS ini terang benderang, maka perlu ada yang disalahkan untuk melindungi Jokowi-Ahok, kambing hitam. Siapa? Yaitu RS dan dokter. Jokowi juga masih punya relawan Socmed (Social Media), walau jumlahnya makin berkurang. Kalau ada berita buruk di situs, beraksi dengan komentar dukung Jokowi. Akibatnya tenaga kesehatan meradang, mereka dibully di media massa, ditambah pernyataan Aleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti Ribka yang mendiskreditkan dokter.

Baca selengkapnya »

Kita Ini Berbeda

"Kita ini berbeda". Orang yang menyatakan ungkapan ini bisa dituduh eksklusif. Bahkan ada yang mengatakan "Kita ini istimewa, bukan sekadar berbeda". Nah, kalau yang ini bahkan bisa kita tuduh sebagai fasis. Namun ada hal yang saat ini mengganggu ruang benak Saya. Bahwa kita perlu merasa istimewa, dan perlu menyadari keistimewaan kita. Namun masalahnya keistimewaan kita bukanlah bermakna ketinggian derajat di antara sesama manusia, bahkan bisa bermakna sebaliknya.

Baca selengkapnya »

Kiat Sehat di Bulan Ramadhan

Ibadah puasa pada bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang baik bagi kaum muslimin untuk meraih manfaat sebesar-besarnya, baik manfaat pahala ibadah maupun manfaat kesehatan. Masalahnya, pada bulan puasa biasanya munculnya kebiasaan-kebiasaan baru. Misalnya produktivitas kerja yang menurun dengan alasan badan lemas karena kurang makan, kebiasaan makan sahur yang banyak, makan berlebihan saat berbuka, kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran serta tidur seharian tanpa berolahraga.

Baca selengkapnya »

Tinggalkan Kedokteran Modern?

Beberapa waktu lalu seorang teman sejawat dokter menulis pengalamannya di daerah tempatnya bertugas. Ketika ia mengikuti suatu pengajian umum, pembicara pada pengajian tersebut menyatakan bahwa dunia kedokteran yang sekarang ini merupakan salah satu invasi pemikiran Yahudi-nasrani. Mulai dari penggunaan antibiotik oleh dokter, melarang adanya vaksin, hingga menyinggung profesi dokter secara terang-terangan dengan menyebutkan obat-obat dari dokter itu barang kimia yang merusak tubuh, tidak halal, produk Yahudi untuk merusak orang Islam. Si pembicara kebetulan seorang herbalist.

Baca selengkapnya »