Home / Afrianto Daud

Afrianto Daud

Penulis adalah pendidik dan pemerhati masalah sosial kemasyarakatan. Pernah menjadi sekjen KAMMI Sumbar 1998-2000 dan saat ini sedang menjalani studi doktoral di di Monash University Australia. Selain menempuh studi, penulis juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di Victoria termasuk menjadi aktivis Monash Indonesian Islamic Society (MIIS)

Jokowi dan ‘Management by Food’

Sayang sekali ketika pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan beberapa hari yang lalu, saya seperti tidak melihat esensi management by food ini dipraktekkan dalam pengambilan keputusan itu. Pengumuman terasa begitu mendadak. Saya sendiri tidak dalam posisi menolak atau mendukung kebijakan Jokowi mencabut (sebagian) subsidi BBM, karena pro dan kontra terkait isu ini tentu memiliki rasionalisasinya sendiri.

Baca selengkapnya »

‘Mengadili’ Kabinet Kerja Jokowi

Kita berharap pemerintahan Jokowi bisa perform dan mampu melakukan perubahan yang lebih baik secara signifikan. Semoga kabinet ini bisa bekerja dengan standar terukur, dan bisa bekerja sama; bukan yang penting kerja atau hanya sama-sama bekerja. Saya sendiri akan tetap berusaha adil dengan pemerintahan baru ini. Saya akan apresiasi jika Anda bekerja sepenuh hati dan berprestasi. Namun, saya akan tetap kritis dan bersuara keras jika pemerintahan mandul dan (kembali) ingkar janji.

Baca selengkapnya »

Mengkhawatirkan ‘Kelelahan Jokowi’

Pada saat yang sama, Prabowo tampil meyakinkan publik. Prabowo seperti sangat siap luar-dalam untuk menghadapi pertempuran ini. Sikap hormat Prabowo kepada kubu Jokowi pada hari pengambilan nomor itu diberi applause oleh banyak orang. Pidato Prabowo juga mengesankan dirinya sebagai seorang dengan mentalitas negarawan sejati. Paparan visi-misi Prabowo tentang Indonesia masa depan yang bertumpu pada kemandirian ekonomi, pertanian, dan yang lainnya dianggap sebagian kalangan lebih meyakinkan publik.

Baca selengkapnya »

Mencermati ‘Tarian Politik’ PKS

Berjuta pasang mata terus memperhatikan aksi dan liukan tarian mereka di panggung politik Indonesia selama lima belas tahun itu. Jutaan jemari mungkin juga telah menari menuliskan namanya pada keyboard komputer, laptop, tablet dan sejenisnya. Karenanya, tak heran hasil riset Independent Research Institute (IRI) yang melakukan penelitian dan survey perbincangan tentang partai politik di sosial media periode Januari-Februari 2014 menyimpulkan bahwa PKS adalah salah satu partai populer yang banyak diperbincangkan di media sosial.

Baca selengkapnya »

Menata Ulang Imej PKS

Opini miring tentang PKS ini dengan mudah bisa dilihat dan ditelusuri dalam banyak arus komunikasi di media sosial, seperti facebook, twitter, ataupun di kompasiana. Momentum kasus LHI sepertinya benar-benar dimanfaatkan dengan cerdik oleh banyak pihak yang selama ini sudah tidak suka dengan PKS, terutama oleh mereka yang berideologi berseberangan dengan PKS. Bola liar pemberitaan kasus LHI ini bahkan merembet ke mana-mana.

Baca selengkapnya »