Home / Berita / Internasional / Eropa / Didiskriminasi Saat Wawancara Kerja, Seorang Muslimah di Swedia Dapat Kompensasi

Didiskriminasi Saat Wawancara Kerja, Seorang Muslimah di Swedia Dapat Kompensasi

Bendera Swedia. (Anadolu)
dakwatuna.com – Stockholm. Seorang Muslimah di Swedia akan mendapat kompensasi dari perusahaan sebesar 40.000 krona Swedia atau sekitar 4.366 dolar. Hal itu setelah ia menang dalam pengadilan karena merasa didiskriminasi terkait keyakinannya saat wawancara kerja.

Farah Alhajeh rencananya akan melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan di Uppsala, sebuah kota di bagian tengah Swedia. Namun proses itu dibatalkan sepihak oleh perusahaan.

Menurut keterangan Ombudsman Swedia, Alhajeh menolak untuk berjabat tangan dengan wawancara, dan memilih untuk menundukkan kepala. Rupanya, sikap Alhajeh yang berdasarkan prinsip agama itu disoal dan menyebabkan wawancara dibatalkan.

Alhajeh kemudian melaporkan kasusnya tersebut kepada Ombudsman, yang kemudian mengambil alihnya.

“Uang tidaklah penting. Itu tidak penting sama sekali. Satu hal yang terpenting bagiku adalah aku di pihak yang benar,” kata Alhajeh, dikutip dari kantor berita Anadolu.

“Aku berharap dapat memberikan harapan pada Muslim lain yang mengalami hal serupa dan berpikir tidak ada gunanya bersuara.”

Clas Lundstedt, Jubir Ombudsman Swedia mengatakan, “Untuk pertama kalinya kami mendapat kasus tentang jabat tangan.”

Sementara menurut perusahaan, salam selain jabat tangan tidak dapat diterima. Sapaan berbasis agama yang membedakan antara jenis kelamin, bersifat ofensif, dan dapat menyebabkan konflik di tempat kerja, klaim mereka. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Masjid di Makkah, Madinah hingga London Gelar Shalat Ghaib untuk Jamal Khashoggi