Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Dakwa Turis Wanita Turki ‘Membantu Hamas’

Israel Dakwa Turis Wanita Turki ‘Membantu Hamas’

Warga Turki, Ebru Ozkan, yang ditangkap di bandara Israel bulan lalu, dibawa ke pengadilan militer Israel, dekat Migdal, 8 Juli 2018. (TRT World)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Otoritas Zionis menuduh turis asal Turki, Ebru Ozkan membantu menyelundukan dana dan paket untuk Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ahad (08/07) kemarin. Hal itu mengundang kemarahan Ankara, dan berjanji melakukan balasan.

Ozkan, 27 tahun, ditahan bulan lalu saat mencoba naik pesawat di Tel Aviv. Salah satu dakwaan padanya kala itu adalah menyelundupkan lima botol parfum. Sontak hal itu mengundang tawa pengacara Ozkan, dan menyebut kliennya harus dibebaskan.

Ozkan diseret ke pengadilan militer Israel di perbatasan dengan Tepi Barat yang diduduki. Ia kemudian dihadapkan pada dua tuduhan: pertama, mentransfer dana kepada agen asing; kedua, tentang ketertiban umum yang mengancam.

Jika terbukti, Ozkan terancam akan mendekam selama beberapa tahun di penjara.

Meskipun juga dituduh membawa paket, jaksa penuntut menempatkan penyelundupan lima botol parfum pada daftar teratas. Mereka mengklaim parfum-parfum itu akan dijual guna mengumpulkan dana untuk Hamas.

Menanggapi dakwaan itu, pengacara Ozkan, Omara Khamaisi kepada Reuters mengatakan, “Ayolah, yang benar saja?”

“Aku pikir dalam kasus ini keputusan pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang berani – untuk membebaskannya, saya harap,” lanjutnya, dilansir dari TRT World, Senin (09/07).

Menurut Khamaisi, Ozkan dilarang untuk bertemu dengan penasihat hukumnya dalam sebagian besar masa penahanannya dan belum diinterogasi dalam bahasa Turki. Ia khawatir ada distorsi dalam jawaban-jawaban yang ia ucapkan dan dicatat petugas.

Dakwaan tidak disertai spesifikasi tentang di mana dugaan pelanggaran terjadi. Khamaisi mengatakan, Ozkan telah menghabiskan tiga hari selama berada di Yerusalem.

Sejauh ini belum ada komentar apapun dari Hamas, faksi yang mengontrol wilayah Jalur Gaza di bawah blokade Israel. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization