Home / Berita / Internasional / Hari Disabilitas Internasional, PM Turki Janji Pekerjakan 5000 Penyandang Difabel

Hari Disabilitas Internasional, PM Turki Janji Pekerjakan 5000 Penyandang Difabel

PM Turki, Binali Yildirim. (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Ankara. Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yildirim mengatakan, pemerintah akan mempekerjakan lebih dari 5000 penyandang difabel pada tahun 2018 mendatang. Disebutkan, jika hal itu terealisasi maka jumlah total penyandang difabel yang bekerja di Turki mencapai 50 ribu jiwa.

Dilansir dari aa.com.tr/ar, Ahad (03/12/2017), hal itu disampaikan Yildirim saat seremonial peringatan Hari Disabilitas Internasional yang juga jatuh pada hari ini. Menurutnya, pemerintah terus berusaha menghilangkan berbagai hambatan dan batasan yang dihadapi para penyandang difabel.

“Diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas dari kelompok lain tidak dapat diterima. Dalam konteks ini, semua amandemen yang diperlukan telah disahkan menjadi hukum dan perundang-undangan. Selain juga semua kalimat yang mengacu pada kecacatan telah dihapus. Semua disesuaikan dengan Hak Asasi Manusia (HAM),” lanjutnya.

Masih menurut Yildirim, dalam 15 tahun terakhir pemerintah telah meningkatkan dukungan sosial kepada para penyandang difabel sebanyak 27 kali lipat. Jika diuangkan, tambahnya, maka jumlah dana yang digelontorkan meningkat drastis dari 1.5 miliar lira (385 juta dolar) menjadi 38 miliar lira (sekitar 9,7 miliar dolar).

Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 03 Desember pada tiap tahunnya. Hari yang diperingati pertama kali pada 1993 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait permasalahan yang berhubungan dengan kecacatan dan untuk menggalang dukungan bagi hak-hak kaum berkebutuhan khusus di seluruh dunia. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansi Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

  • Mary Carlson

    Disabled woman in Wyoming USA fighting for Native Americans. May the Peace of God be upon you and all your loved ones! Stand UP For Standing Rock!

Lihat Juga

Binali Yildirim: Turki Bagaikan Pohon yang Menaungi Kaum Terzalimi di Seluruh Dunia