Home / Berita / Internasional / Hutsi Ancam Saudi, Washington Peringatkan Warganya Tak Dekati Wilayah Perbatasan

Hutsi Ancam Saudi, Washington Peringatkan Warganya Tak Dekati Wilayah Perbatasan

Pasukan Arab Saudi di Perbatasan dengan Yaman. (Arsip/arabic.rt.com)

dakwatuna.com – Washington. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemenlu AS), memperingatkan rakyatnya tentang bahaya berkunjung ke Arab Saudi. Disebutkan, hal ini akibat masih adanya ancaman teroris dan serangan rudal balistik dari Yaman.

Dilansir dari Aljazeera.net, Rabu (22/11/2017), dalam keterangannya Kemenlu menyebut ancaman teroris masih marak, yang juga menyarar kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah dan Dhahran. Keadaan diperparah dengan adanya kemungkinan serangan yang datang secara tiba-tiba di seluruh wilayah Saudi.

Ditambahkan, ‘kelompok teroris’ menargetkan institusi pemerintah, masjid dan tempat-tempat yang sering dikunjungi warga AS dan Negara Barat lainnya.

Dijelaskan, konflik di Yaman telah meluas ke Saudi. “Milisi Hutsi telah menembakkan sejumlah rudal jarak jauh ke arah Saudi yang mampu mencapai Riyadh dan Jeddah. Mereka juga mengumumkan untuk terus melakukan penyerangan seperti itu,” tambah Kemenlu.

Selain itu, pasukan Yaman juga terus menembakkan artikeri ke wilayah perbatasan Saudi. Selain juga serangan demi serangan terhadap militer Saudi di perbatasan.

Lebih lanjut Kemenlu juga memperingatkan staf kedutaan AS beserta keluarga untuk tidak mendekati wilayah yang berjarak 50 mil dari perbatasan Yaman. Dampak dari peringatan ini, maka kemampuan pelayanan yang diberikan juga akan terbatas.

Sementara itu, jubir Hutsi, Mohamed Abdel Salam, menyeru pasukanuntuk meningkatkan kemampuan rudal balistiknya. “Untuk menyerang musih di wilayahnya, sebagai balasan atas kejahatan, pembantaian dan blokade yang dilakukan mereka,” katanya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

David Hearts: Kegagalan Akan Mewarnai Petualangan Militer Pertama Bin Salman