Home / Berita / Internasional / Sembilan Negara Ini Miliki Senjata Paling Berbahaya di Dunia

Sembilan Negara Ini Miliki Senjata Paling Berbahaya di Dunia

Ilustrasi. (arabic.sputniknews.com)

dakwatuna.com – Washington. Korea Utara terus berupaya mengembangkan miniatur hulu ledak nuklir pada rudal-rudal balistik produksi mereka. Hal ini sebagaimana pernyataan dari intelijen AS yang dilansir oleh surat kabar Washington Post.

Masih menurut Washington Post, Korut akan menjadi negara dengan kekuatan nuklir terpadu yang dicapai dalam waktu lebih pendek dari pencapaian Washington.

Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) menegaskan, jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki Korut mencapai lebih dari 60 senjata nuklir.

Namun, pendapat berbeda dikemukakan pihak intelijen negeri Paman Sam tersebu. Menurut intelijen AS, jumlah hulu ledak yang dimiliki Korut masih di bawah 60, atau antara 30 hingga 60.

Berikut kami sampaikan negara-negara dengan senjata paling berbahaya di dunia:

Pertama: Rusia

Rusia setidaknya memiliki 1900 senjata berbahaya dalam siaga tinggi, 2390 senjata cadangan dan 2700 lainnya belum dalam pelayanan. Jika digabungkan, kesemuanya berjumlah 7000 senjata.

Fakta ini menjadikan Rusia sebagai gudang senjata nuklir paling besar dan paling maju di dunia. Disebut juga sebagai tritunggal nuklir yang mencakup darat, laut dan udara.

Kedua: Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) memiliki 1800 senjata dalam siaga tinggi, 2200 senjata cadangan, dan 2800 lainnya belum dalam pelayanan. Jumlah keseluruhan yang dimiliki AS ada 6800 senjata.

Persenjataan nuklir AS didominasi oleh rudal balistik, yang disiapkan pada kapal selam.

AS menjadi satu-satunya negara di dunia yang telah menggunakan senjata nuklir secara nyata. Yaitu ketika mereka menyerang kota Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II.

Ketiga: Prancis

Prancis memiliki 290 senjata dalam siaga tinggi, dan 10 senjata cadangan. Pemerintah Prancsi senantiasa menegaskan bahwa proyek nuklir mereka hanya terbatas dalam keadaan darurat saja.

Keempat: Tiongkok

Tiongkok memiliki 270 senjata cadangan. Belum diketahui apakah mereka punya senjata dalam keadaan siaga atau tidak.

Pada awal tahun 2011 Kemenhan Tiongkok mengeluarkan “White Paper” yang berisi penegasan bahwa produksi senjata nuklir mereka terbatas dan hanya untuk keadaan darurat saja.

Kelima: Inggris

Inggris memiliki 120 senjata waspada dan 95 senjata cadangan. Jumlah keseluruhannya 215 senjata.

Tampaknya Inggris sangat berhati-hati dalam menggelar ujicoba nuklirnya. Ini tampak dari kebijakan mereka yang hanya menggelar uji coba di titik-titik terbatas atau di seberang benua, yaitu di Australia dan Samudera Pasifik.

Keenam: Pakistan

Meskipun mengalami kesulitan ekonomi dan dihadapkan pada instabilitas politik, Pakista memiliki 140 senjata nuklir cadangan.

Ketujuh: India

India memiliki 130 senjata nuklir cadangan. Faktor yang mendorong mereka membuat senjata nuklir adalah seringnya terjadi ketegangan dengan Pakistan yang selalu terulang.

Kedelapan: Israel

Zionis Israel memiliki 80 senjata nuklir cadangan, meskipun mereka belum secara resmi mengumumkan kepemilikan senjata nuklirnya. Namun, diyakini Israel merupakan satu-satunya negara yang memiliki triad nuklir, darat, laut dan udara.

Kesembilan: Korea Utara

Korut diyakini memiliki 60 senjata nuklir cadangan. Namun, sampai sekarang belum diketahui berapa senjata nuklir dalam keadaan siaga yang mereka miliki. (whc/dakwatuna)

Sumber: Sputnik Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pemboikotan Qatar Masih Berlanjut, AS Hentikan Latihan Militer di Teluk