Home / Berita / Internasional / Rusia Usir 755 Diplomat AS, Menlu AS: Kami Akan Balas

Rusia Usir 755 Diplomat AS, Menlu AS: Kami Akan Balas

Menlu AS, Rex Tillerson. (bbc.com/arabic)

dakwatuna.com – Manila. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS), Rex Tillerson, menyampaikan kepada Menlu Rusia, Sergey Lavrov bahwa intervensi Rusia pada pemilihan presiden AS dapat menyebabkan melemahnya kepercayaan antara kedua negara.

Hal itu disampaikan saat keduanya bertemu di Manila dalam rangka Forum Keamanan Regional ASEAN, sebagaimana dilansir dari BBC Arabic Senin (07/08/2017).

Selain itu, Tillerson juga menyampaikan kepada Lavrov bahwa Washington sedang membahas respon balasan atas keputusan Kremlin yang mengurangi staf diplomatik AS di Rusia.

“Intervensi Rusia dalam pemilihan (presiden AS, red) merupakan insiden yang serius. Aku telah membicarakan ini saat berdiskusi dengan Lavrov kemarin,” kata Tillerson kepada wartawan.

Ia menambahkan, “Aku coba membantu dia untuk memahami sejauh mana bahaya yang ditimbulkan dari insiden itu. Juga bagaimana insiden tersebut merugikan kedua negara dan kedua bangsa. Hal ini menimbulkan suasana kurangnya kepercayaan yang serius, dan kita harus mencari cara untuk berinteraksi dengan semua ini.”

Sementara itu, pihak Rusia membantah dengan tegas laporan yang dikeluarkan intelijen AS terkait campur tangan Rusia dalam mengubah hasil pemilihan presiden tahun lalu.

Kontroversi terus bergulir dan membayangi hubungan kedua negara yang memang sering mengalami eskalasi. Puncaknya, Presiden Rusia, Vladimir Putin memutuskan untuk mendeportasi 755 staf diplomatik AS dari Moskow.

Terkait keputusan Putin tersebut, Tillerson mengatakan, “Aku juga sampaikan kepada Menlu Rusia bahwa kami belum mengambil keputusan balasan atas tindakan Rusia yang mengurangi misi diplomatik kami.”

“Aku juga banyak melontarkan pertanyaan klarifikasi, dengan tujuan untuk mengetahui alasan di balik memo yang kami terima terkait misi diplomatik. Tapi aku juga sampaikan kepada mereka bahwa kami akan memberi respon balasan pada September mendatang,” imbuh Tillerson. (whc/dakwatuna)

Sumber: BBC Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Benturan Peradaban Mendatang Disinyalir antara Barat dan Tiongkok