Topic
Home / Berita / Perjalanan / Mencari Halal di Australia

Mencari Halal di Australia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Mencari makanan halal di Australia. (Rosaria Indah)

dakwatuna.com – Anda akan bepergian ke Australia? Khawatir akan kehalalan makanannya?

Hmm. Memang jika akan bepergian ke negeri di mana Islam adalah agama minoritas maka tips terbaik adalah mencari tahu bagaimana cara mendapatkan makanan halal di sana, beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Jika kita berada di tanah air, ketika sedang dalam perjalanan lintas Sumatera atau Jawa, ingin makan, maka kita dapat berhenti makan ayam dan daging hampir di semua tempat. Terutama rumah makan Padang, tanpa rasa khawatir akan kehalalannya. Namun saat saya tiba di Australia, ada rasa ketar-ketir juga, apakah kedisiplinan saya dalam menjaga dari hal hal yang haram masih dapat dijaga istiqamahnya?

Alhamdulillah ternyata walau penduduk muslim hanya 2,2% saja dari seluruh penduduk Australia, muslimin Ausy termasuk sangat teguh menjaga kehalalan makanan. Ada lembaga AFIC yang menjadi penyedia sertifikasi kehalalan produk, terutama makanan. Jika tidak memungkinkan untuk memasak makanan Anda sendiri, sebaiknya berbelanja produk jadi yang bersertifikasi halal yang dapat dicari di halalsquare.com.au/groceries/ atau di-search di halalchoices.com.au. Hati-hati jika membeli snack, keripik yang ada ‘animal protein’ nya, karena kemungkinan besar ia berasal dari babi. Jika pesan ‘bacon’ juga biasanya dari babi, karena jarang sekali ditemukan ‘beef bacon’. Jika terpaksa, cobalah menu vegetarian saja, yang biasanya hampir selalu ada di setiap konferensi ataupun acara publik. Di kampus-kampus tertentu ada aturan bahwa setiap acara harus menyediakan menu vegetarian untuk tamu-tamunya.

Jika ada fasilitas untuk memasak selama liburan/tinggal di Australia, maka butcher (penjual daging) halal cukup mudah untuk ditemui. Cari saja sertifikat halal yang biasanya ditempel di dindingnya. Daging standard di tahun 2016 ini cuma $9 per kg (Rp 90.000) sedangkan susu cuma 95c per liter (Rp 9500). Roti tawar hanya 85 cent (Rp 8500) per bungkusnya. Mengapa bisa semurah itu? Karena daging, susu dan roti termasuk produk utama Australia dan karena kualitasnya yang tinggi dan komoditi utama untuk expor, maka pemerintah meniadakan pajak untuk produk-produk tersebut. Tiadanya pajak membuat harga daging, susu dan roti menjadi sangat terjangkau. Harga ikan segar malah lebih mahal.

Kedai-kedai yang menjual daging halal juga mudah untuk ditemui, terutama di kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, Adelaide. Jenis-jenis daging yang dijual juga sangat banyak dengan harga relatif murah. Daging deer(rusa), beef (sapi), camel(onta), lamb(domba), ayam, dalam berbagai bagian tubuh tersedia, sesuai jenis masakan yang ingin dimasak. Ingin mengundang teman untuk pesta barbeque? Tinggal pesan lamb chopped top side alias paha atas. Ingin masak rendang? Beef yang bagian bahu (shoulder blade) menjadi pilihan. Ngidam kari? Yang cocok itu adalah ‘chuck’ alias bagian leher karena banyak jaringan ikat yang perlu dimasak lama (slow cooking) supaya bumbu menyerap. Rindu sate ayam? Tinggal bilang pada butcher-nya: “Chicken’s thigh fillet please….” Tinggal panggang dan buat bumbu kacangnya…hmm…sedaap. Bagi warga kulit sawo matang asal Indonesia, para butcher Lebanese sudah kenal. Mereka pasti menawari: “Would you like to buy beef tongue, Sister?” Hehehe… mereka tahu bahwa kita hobby masak semur lidah. Supaya pandai bersilat (lidah).

Sudah ah…mau masak dulu, nih. Special chicken sausages dari butcher halal di Yagoona, kegemaran anak-anak. Tidak ketar ketir lagi karena ada sertifikat halal tertempel di dinding tokonya.

Mau?

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
dr. Rosaria Indah
PhD students at School of Education and Social Work, The University of Sydney, Australia. Medial teacher at Faculty of Medicine, Syiah Kuala University. Researcher at Tsunami Disaster and Mitigation Research Center

Lihat Juga

Arie Untung: Emak-Emak Pelopor Utama Pemasaran Produk Halal

Figure
Organization