Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pokemon Go Dicari, Cari Pahala Pikir Dua Kali?

Pokemon Go Dicari, Cari Pahala Pikir Dua Kali?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

pokemon-godakwatuna.com – Sebuah Refleksi di Bulan Syawal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Bila ada seseorang yang bertanya mengenai isu atau permainan yang sedang booming beberapa waktu ini mungkin hampir semua akan sepakat menjawab Pokemon Go. Yah, bagaimana tidak, beberapa hari setelah dirilis seolah-olah permainan ini menyihir jutaan manusia termasuk Indonesia (meskipun belum resmi dirilis) dari anak kecil, remaja, dewasa, bahkan sudah hampir bapak-bapak penulis temukan sedang asik mencari Pokemon. Namun ada beberapa hal yang menarik bagi penulis, bahwa ada sebuah pemberitaan dengan judul kurang lebih mendatangi masjid malam-malam hanya untuk mencari Pokemon. Yup, mencari Pokemon di masjid. Terlepas dari pemberitaan itu benar atau salah, penulis menemukan kejadian tersebut beberapa waktu lalu dimana di selasar masjid beberapa orang termasuk dewasa sedang asiknya melempar pokeball untuk mengambil Pokemon buruannya.

Dari banyaknya pemberitaan tersebut seakan-akan euforia Pokemon Go mengalahkan euforia bulan syawal, bulan setelah Ramadhan bulan pembuktian serta keistiqomahan setelah Ramadhan selesai. Bulan Ramadhan lalu sepertinya Ramadhan pun hampir saja kehilangan euforianya dengan disuguhkannya dua kejuaraan sepakbola ternama. Penulis rasa pembaca sudah mengetahui kejuaraan yang penulis maksud (piala eropa dan copa America) meskipun untungnya gema takbir dan acara keagamaan masih mendominasi dan menguatkan iman serta menjadi sarana berlomba-lomba dalam kebaikan. Namun bagaimanakah dengan bulan syawal ini? Dengan banyaknya fenomena orang giat-giatnya mencari Pokemon dan pemandangan masjid yang kian sepi seakan-akan Pokemon Go dicari, cari pahala mikir dua kali ? (naudzubillahimindzalik). Padahal pada saat Ramadhan orang-orang penuh menghiasi sudut masjid, tontonan tv mendadak berganti islami, dan ibadah-ibadah lainnya seakan-akan islam hanya ada saat Ramadhan. Bukankah manusia itu benar-benar merugi karena waktu? Bukankah salah satu orang yang rugi adalah orang yang melakukan perbuatan sia-sia?

“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”. (Al-Ashr: 1-3)

Dari Syaddad bin Aus dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah. ” Dia berkata: Hadits ini hasan, dia berkata: Maksud sabda Nabi “Orang yang mempersiapkan diri” dia berkata: Yaitu orang yang selalu mengoreksi dirinya pada waktu di dunia sebelum di hisab pada hari Kiamat. Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Al Khottob dia berkata: hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan (kepada Rabb Yang Maha Agung), hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia. ” Dan telah diriwayatkan dari Maimun bin Mihran dia berkata: Seorang hamba tidak akan bertakwa hingga dia menghisab dirinya sebagaimana dia menghisab temannya dari mana dia mendapatkan makan dan pakaiannya. “( Sunan Tirmidzi 2383).

Dengan adanya ayat-ayat serta hadits tentang keutamaan memanfaatkan waktu, sudah barang tentu kita sebagai seorang muslim memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan beribadah salah satunya di bulan syawal ini, baik ibadah mahdah maupun ibadah ghair mahdah. Adapun salah satu keutamaan amalan di bulan syawal ini adalah puasa 6 hari di bulan syawal.

Dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’. ” (Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164).

Wallahu’alambishawab. (dakwatuna. com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswa yang sedang menekuni dispilin ilmu Ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi & Bisnis,Universitas Brawijaya,Malang,Indonesia

Lihat Juga

Peringati Milad ke 2, Direktur IZI Ajak Karyawan Terus Berinovasi Mudahkan Masyarakat Dalam Berzakat