Home / Berita / Opini / Final Piala Eropa dan Pesta Kemenangan Israel

Final Piala Eropa dan Pesta Kemenangan Israel

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Warga Israel dalam sebuah aksi (ilustrasi)
Warga Israel dalam sebuah aksi (ilustrasi)

dakwatuna.com – Saya sempat kaget, ada apa dengan bulan Juli. Apakah suatu kebetulan pila UERO 2016 di bulan Juli? Tak ada yang namanya sebuah kebetulan.

Lebih tragisnya. Menlu Mesir hasil kudeta, Samih Syukri, melakukan NOBAR bareng Netanyahu di rumah dinas PM di Al-Quds. Tak punya malu sedikitpun.

Bagi saya. Israel mendewakan bulan Juli. Sebab di bulan Juli tanggal 5, 1967. Mereka berhasil mengalahkan bangsa Arab di perang 6 hari.

Tanggal 3 Juli 2012. Israel berhasil menggulingkan Presiden Mursi, satu-satunya presiden hasil pilihan rakyat.

Kemarin, 10 Juli 2016. Israel merayakan penaklukkan Mesir secara total, didahului penaklukkan Afrika 2 hari sebelumnya.

Mengapa Mesir? Moshe Dayyan, Panglima Perang Israel menegaskan, “Mudah saja bagi kami menaklukkan negara-negara Aaab, kapan saja kami mau.”

“Tapi selama ini. Bangsa Arab masih berlindung di balik benteng kokoh. Ia adalah MEsir.” Siapa benteng kokoh Mesir itu? Jawabannya disampaikan Netanyahu dua hari sebelum final Piala Euro.

Netanyahu menegaskan di Eriteria. “Kami telah menggelontorkan milyaran dollar untuk menggulingkan Presiden Mursi.”

“Mursi, presiden yang otaknya dipenuhi misi menyerang Israel. Berasal dari organisas Ikhwan yang sangat berambisi menghabisi Israel.”

Jadi jelas sudah. Terhadap siapa, semua senjata diarahkan? Bukan ke Al-Azhar, PLO, HT atau ke Salafy. Tapi kepada Ikhwanul Muslimin di MEsir dan HAMAS di Palestina.

Terlebih. Sekjen PArtai An-Nour Salafy Mesir, Nader Bakkar. Di tanggal 16 April kemarin pun, baru mengadakan pertemuan dengan mantan Menlu Israel, Levni di Harvard AS.

Sangat wajar. Bila mantan Direktur Intelejen Saudi, Pangeran Turki bin Faishal menuduh HAMAS sebagai agen Iran untuk membuat teror di Timteng.

Di sisi lain. Iran menuduh HAMAS sebagai organisasi yang cengeng dengan memilih jalan damai dan tidak melawan Israel. Dua tuduhan yang kontras.

Menurut DR. Ali AlQaradaghi, “HAMAS adalah herakan perlawanan Islam. Berjuang mempertahankan hak bangsa Palestina. Setiap hujatan kepada HAMAS. Berarti peluru yang membantu kemenangan Israel.” (nandang/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization