Home / Berita / Silaturahim / Menghindari Nikahfobia Ala FOKMA Perak

Menghindari Nikahfobia Ala FOKMA Perak

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Roadshow Cinta Malaysia dengan topik seputar nikah yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) daerah Perak, tanggal 3 dan 4 April 2016. (YY Farikha)
Roadshow Cinta Malaysia dengan topik seputar nikah yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) daerah Perak, tanggal 3 dan 4 April 2016. (YY Farikha)

dakwatuna.com – Topik pernikahan di kalangan muslimah menjadi salah satu topik yang sangat menarik. Tidak hanya di kalangan muslimah di Indonesia, akan tetapi muslimah yang sedang merantau di negeri seberang pun tertarik untuk melakukan diskusi tentang nikah. Sehingga pada tanggal 3 dan 4 April, Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) daerah Perak mengadakan Roadshow Cinta Malaysia dengan topik seputar nikah. Roadshow ini bertujuan untuk memberikan persepsi yang benar seputar nikah.

Daurah yang diselenggarakan di halaman APPU (Asrama Pekerja-Pekerja Unisem), Simpang Pulai negeri Perak, Malaysia itu nampak terlihat sangat meriah. Jumlah peserta yang hadir sekitar 150 muslimah yang bekerja di pabrik elektronik Unisem, Carsem dan Yamaha serta beberapa  mahasiswa dari Universitas Teknologi Petronas Malaysia. Tampil sebagai nara sumber adalah ustadz Yosi Al Muzani dari Malang, Indonesia. Acara yang juga disupport oleh ACT dan Komunitas Gemar Berbagi ini berlangsung dengan lancar dan sukses.

Nikahfobia (Gamofobia, red) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam roadshow cinta tersebut. Ketakutan untuk menikah ternyata juga dialami oleh sebagian kecil pemuda-pemudi. Sebenarnya apabila kita memiliki persepsi yang benar tentang menikah, maka nikahfobia dapat dihindarkan. Secara umum, hal ini terjadi karena realita yang tidak sesuai dengan idealita, masih sulit melupakan dan memaafkan masa lalu dan juga karena gaya hidup kehidupan saat ini yang menjadikan harta sebagai ukuran.

Orang tidak mau menikah, pada umumnya karena beberapa sebab, di antaranya yaitu khawatir tidak ada lagi kebebasan setelah menikah, trauma kegagalan masa lalu, merasa belum mapan secara ekonomi, sulit mencari yang setipe dan lainnya. Menurut pemateri yang sekaligus penulis dua buku: Nikaphobia dan Impossible Marriage, fenomena nikahfobia sebenarnya wajar terjadi, namun jangan sampai dibiarkan terlalu lama. Harus ada upaya untuk bisa menghilangkan ketakutan tersebut. Di antara cara untuk menghilangkan nikahfobia adalah dengan melakukan terapi untuk bisa saling memaafkan, menambah  ilmu persiapan menikah hingga mencukupi dan memiliki kesiapan untuk menikah serta semakin mendekatkan kepada Allah dengan menguatkan ibadah dan doa yang tidak pernah putus. Selain itu keberadaan “Klik” atau klinik nikah yang dikomandoi oleh ustadz Yosi juga menyediakan fasilitas terapi bagi yang mengalami nikahfobia.

Ala kulli hal, semoga ilmu tentang nikah yang diadakan oleh FOKMA daerah Perak, Malaysia ini dapat memberikan pengetahuan tentang nikah yang benar  bagi para TKI dan mahasiswa Indonesia di Malaysia. Cukuplah ayat ke 32 dalam surat Annur ini sebagai motivasi bagi kita untuk menikah, sehingga bukan malah menjadi takut untuk menikah: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan member kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Mahaluas, Maha  Mengetahui” . (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

YY Farikha
muslimah yang saat ini tinggal di Malaysia, selalu berusaha memperbaiki diri dan memberikan manfaat untuk orang lain, suka berdakwah, belajar dan berbisnis

Lihat Juga

Menikahi Sepupu, Apakah Boleh dalam Islam?

Figure
Organization