Topic
Home / Berita / Silaturahim / Cordofa Leadership Camp, Geliatkan Semangat Pegiat Dakwah Kampus

Cordofa Leadership Camp, Geliatkan Semangat Pegiat Dakwah Kampus

Peserta Cordofa Leadership Camp (CLC) yang diselenggarakan di Komunitas Suku Baduy, Banten, 1-5 Februari 2016. (DD)
Peserta Cordofa Leadership Camp (CLC) yang diselenggarakan di Komunitas Suku Baduy, Banten, 1-5 Februari 2016. (DD)

dakwatuna.com – Banten. Sebanyak 50 mahasiswa aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari 12 perwakilan universitas di Jabodetabek mengikuti Cordofa Leadership Camp (CLC) pada 1-5 Februari 2016 lalu di Komunitas Suku Baduy, Banten.

 

Kegiatan CLC merupakan pelatihan kepemimpinan bagi para pemuda pegiat dakwah yang digelar Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa). Para aktivis LDK tersebut dibekali materi dan pelatihan yang terangkum dalam rangkaian acara, seperti Integrasi Intelektual dan Spiritual, Mengkaji Kepemimpinan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat.

 

“Selain itu ada, materi Manajemen Dakwah, Diskusi Muslim Negarawan, Fiqh Ikhtilaf dalam Dakwah, Aliran Gerakan Dakwah di Indonesia, Intervensi dan Retorika Dakwah, dan Social Entrepeneur dan Community Development,” terang Manager Cordofa, Fauzi Qosim, Jumat (12/2) di Tangerang Selatan.

 

Lebih lanjut Fauzi menuturkan, CLC digelar sebagai upaya menjawab kebutuhan dakwah di tengah masyarakat yang menuntut dai memiliki keterampilan ganda. Mereka juga dilatih pelatihan kebencanaan dan diajak menyusuri wisata budaya Suku Baduy sebagai bentuk interaksi sosial dengan masyarakat.

 

“Banyak hal dapat dipetik dari materi-materi yang diterima oleh seluruh peserta. Semoga tertanam solidaritas dari lembaga kampus yang ada, memupuk hubungan atau empati kepada masyarakat, dan dapat mengangkat rasa kepemimpinan,” tutur Fauzi.

 

Para peserta CLC berasal dari SALAM (Universitas Indonesia), LDK Al-Iqtishod (STEI TAZKIA,) LDK (UIN Jakarta), UKMI Al-Faruq (Universitas Mercu Buana), LDK Al-Ukhuwah (Universitas Islam Negeri ’45), LDK Al-Azzam (Universitas Budi Luhur), LDK Al-Hurriyyah (IPB), LDK Baabussalam (UNTIRTA), LDK Al-Intisyar (Universitas Ibnu Khaldun), SENADA (STT NF), SSP (STEI SEBI), dan LDK Fikri (PNJ).

 

“Secara kebutuhan sebagai organisator, materi sangat bagus dan memenuhi kebutuhan, dan dapat berafiliasi dengan masyarakat, belajar untuk bisa memberi manfaat,” ungkap Umi Azizah dari LDK Al-Hurriyah IPB, salah satu peserta CLC.

 

Senada dengan Umi, Ummay dari SSP SEBI menuturkan, CLC menjadi momen perbaikan diri seorang calon dai. “Banyak pelajaran tentang dakwah masyarakat, dan pembentukan visi-misi yang bagus untuk diri pribadi seorang pelaku dakwah muda,” terangnya.

 

Cordofa berharap kedepannya para Dai muda ini siap diterjunkan ke daerah-daerah bencana, dapat menggali potensi yang ada di sekitar kampus mengenai komunitas-komunitas yang bisa diintervensi program dakwah dengan perubahan-perubahan yang lebih baik, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

Figure
Organization