Home / Berita / Nasional / Hukum Kebiri, Paedofil Dunia Akan Takut Ke Indonesia

Hukum Kebiri, Paedofil Dunia Akan Takut Ke Indonesia

Kampanye anti kekerasan seksual pada anak. (metrotvnews.com)
Kampanye anti kekerasan seksual pada anak. (metrotvnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Walau tidak mengenakkan untuk didengar, tetapi harus diakui Indonesia hingga saat ini masih menjadi target para paedofil dunia yang berkedok sebagai turis. Para paedofil ini memang menjadikan negara-negara yang belum mempunyai sistem perlindungan anak yang kuat dan penegakkan hukumnya lemah terutama kasus kekerasan terhadap anak sebagai target. Selain Indonesia, Thailand dan Filipina juga menjadi target.

 

“Di Indonesia itu (kasus paedofilia) banyak terjadi di daerah-daerah wisata seperti Bali. Makanya, saya mendorong pemerintah segera terbitkan Perppu hukuman kebiri bagi paedofil. Ini akan membuat para predator anak takut dan berpikir dua kali jika mau mencari mangsa di Indonesia,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/15).

 

Menurut Fahira, dari catatannya, selama rentang satu dekade belakangan ini, bukti bahwa Indonesia jadi target paedofil dunia dapat dilihat dari terkuaknya berbagai kasus pelecehan anak dengan pelaku warga negara asing. Bahkan, ada data yang menyebutkan pada 2014 lalu, 200 orang paedofil pernah masuk ke Indonesia.

 

Kasus paedofilia yang pertama terkuak terjadi pada 2001, di Kabupaten Buleleng, Bali yang dilakukan warga negara Italia yang mencabuli sembilan anak. Di tahun yang sama, di Karang Asem, Bali, tiga orang remaja (14) dicabuli pria warga negara Italia juga. Tiga tahun kemudian (2004) terjadi lagi. Kali ini warga negara Australia yang mencabuli dua orang remaja.


Setahun kemudian …

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Fahira Idris: Kalau Pancasila Cuma Diteriakkan Saja, Indonesia Mungkin Saja Bubar

Organization