Home / Berita / Silaturahim / Surat Cinta Untuk Adik-Adikku di Palestina

Surat Cinta Untuk Adik-Adikku di Palestina

Ilustrasi (tribunnews.com)
Ilustrasi (tribunnews.com)

dakwatuna.com – 

Oleh: Mufidah
(Siswi SMPIT INSAN MANDIRI Kalisari Kelas 7 Ibnu Rusdy, yang telah hafal 30 Juz Al-Qur’an)

 

Kepada yang kakak cintai, Adik-adikku di Palestina.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Adik-adikku yang sangat kucintai karena Allah, aku tahu perasaanmu. Aku tahu masa-masa kehidupanmu selama ini…

Adik-adikku…

Ketahuilah..Dik, kakak di sini selalu mendo’akanmu. Kakak selalu bertekad, agar jasad kakak bisa sampai di negerimu: PALESTINA. Kakak selalu merasakan apa yang kalian rasakan di sana. Mungkin saja….., ibumu sudah tiada, ayahmu sudah lama tak kunjung bertemu denganmu, kakakmu yang mungkin sudah syahid atau bahkan adikmu sudah terkena tembakan dari Zionis Israel.

Adik-adikku…

Kakak selalu memikirkanmu. Selepas sholat, kakak tak pernah lupa berdo’a kepada Allah khusus untuk kalian. Bahkan, kakak pernah bermimpi mendatangi negaramu: PALESTINA dan masjid Al-Aqsha. Kakak disini selalu cinta padamu.

Adik-adikku…

Saat kakak melihat video yang ditayankan di televisi rumah kakak, kakak melihat sosok mayat yang sudah tertutupi kain putih. Kakak tidak tahu itu jasad siapa? Mungkin saja salahsatu dari ayahmu yang syahid. Kakak juga menyaksikan sekolah-sekolah kalian berkeping-keping hancur. Namun, entah kenapa..? Kalian tetap mempunyai semangat yang kuat untuk menjadi Ahlullah. Kakak bangga sama kalian..!. Walaupun usia-usia kalian (mungkin) hanya sebentar. Subhanallah… Kakak benar-benar bangga…!.

Adik-adikku…

Kakak ingin sekali bertemu dengan kalian. Kakak ingin melihat senyum kalian. Kakak ingin menghapus butiran air mata di kedua kelopak mata kalian.  Di saat malam tiba, kakak memikirkanmu, hendak tidur di manakah engkau wahai adik-adikku? Sementara, rumahmu sudah dibombardir tentara Israel. Apakah kalian bisa menampakkan senyummu padaku?

Adik-adikku…

Di negeri kakak, kami hidup aman nan tenteram. Kami dari pagi selalu bangun sebelum subuh dan tak lupa mendo’akanmu. Dik, tersenyumlah pada kakak. Kakak harap kamu bisa tersenyum walaupun dari belakangmu ada yang tengah mengintaimu.

Adik-adikku…

Kakak dengar, di negerimu banyak para mujahid yang hafal Al-Qur’an. Banyak anak-anak kecil seusia kalian menjadi penghafal Qur’an. Kakak iri padamu… wahai adik-adikku. Kakak ingin berjabat tangan denganmu. Kakak ingin berpelukan erat dan hangat pada kalian semua.
Kakak selalu mengingat …

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization