Topic
Home / Berita / Silaturahim / Berawal Dari Sebuah Jilbab, Wanita ini Akhirnya Bersyahadat

Berawal Dari Sebuah Jilbab, Wanita ini Akhirnya Bersyahadat

Muslimah Berjilbab. (yoyahijab.com)
Muslimah Berjilbab. (yoyahijab.com)

dakwatuna.com – Yogyakarta. Hidayah itu akan datang kepada siapa yang dikehendakiNya. Demikian pula kisah yang mengiringi bersyahadatnya seorang pegawai salah satu bank swasta ternama bernama Sisilia Andriani, SE.MM.

Pada Selasa kemarin, Sisilia Andriani, mengikrarkan dua kalimat syahadat dihadapan Team Mualaf Center Jogja dan jamaah masjid gede kauman kraton Jogja dan resmi menambahkan namanya menjadi Naila Sisilia Andriani.

Lalu apa yang mendasari Sisilia hingga memilih Islam sebagai jalan hidupnya?

“Jilbab , ya ya ya berawal dari selembar kain yaitu jilbab disamping banyak alasanku kenapa aku meninggalkan ajaran lamaku”, ungkap Naila sebagaimana diposting akun facebook Komunitas Mualaf Jogja.

“Jilbab awal yang membuat aku tertarik dengan islam, anggun melihat para wanita islam yang mengenakan jilbab, menurut aku mereka Cool , entah mata ini sejuk saja, hati ini tidak dapat memungkirinya wanita muslimah dapat menjaga diri mereka dari bebasnya dunia diluar sana”, ungkapnya.

“dan yang membuat aku semakin kagum ternyata dalam al kitab terdapat ayat yang mengharuskan kaum hawa untuk menutup kepalanya namun kenapa mereka tidak menutupi malahan para wanita muslimahlah yang menjalankannya?”, tutur Sisil dengan gaya diplomatisnya kepada team mualaf center jogja.

Kalau kisah Naila bersyahadat berawal dari jilbab, lain lagi cerita yang dialami Damianna Pearson.

Dikutip dari dream.co.id, kisah keislaman Pearson dimulai ketika 2 menara kembar WTC di New York, AS, roboh diserang teroris yang mengatasnamakan Islam pada 9 September 2001.

Sejak itu Pearson memupuk kebencian yang sangat dalam kepada apa pun yang berkaitan dengan Islam, termasuk mendukung perang terhadap Irak.

Untuk menambah kadar kebencian terhadap Islam, Pearson mencari-cari ayat dalam Alquran yang mengajarkan kebencian. Namun dia justru tidak menemukan satu pun ayat yang diharapkannya. Alquran malah membuat hati dan hidupnya berubah total.

“Saya menyadari, bahwa setelah membaca Alquran, saya tidak menemukan ayat yang mengajarkan kebencian seperti yang saya inginkan. Alquran tidak mengajarkan umat Islam untuk membenci umat lainnya,” katanya.

Alquran telah membuat pikirannya terbuka dalam melihat orang-orang di sekitarnya, terutama muslim. Hal ini membuatnya mencintai mereka dalam cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization