Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Mengapa Tidak Hanya Orang Beriman Saja yang Diberikan Kekayaan Oleh Allah SWT?

Mengapa Tidak Hanya Orang Beriman Saja yang Diberikan Kekayaan Oleh Allah SWT?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (presbydestrian.wordpress.com)
Ilustrasi. (presbydestrian.wordpress.com)

dakwatuna.com – Sahabat cendekia, mengapa ya, kok tidak hanya orang beriman saja yang diberikan kekayaan oleh Allah SWT? Mengapa ya, kok ada orang kafir yang kaya? Berikut rumusan masalahnya:

  1. Bukankah rezeki adalah hak mutlak Allah, diberikan kepada siapapun yang dikehendakiNya.

Perhatikan Firman Allah berikut:

Artinya  Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. (QS. Ar Ruum: 37)

Jika yang melapangkan dan yang menyempitkan rezeki kita adalah Allah, lalu mengapa Allah tidak memberi kekayaan kepada yang beriman saja?

  1. Bukankah Allah membenci orang kafir dan menyukai orang yang beriman?

Lalu mengapa Allah tidak melapangkan rezeki orang-orang yang beriman saja dan menyempitkan rezeki orang-orang kafir, bukankah itu lebih bisa diterima akal kita.

  1. Faktanya, ada orang kafir yang kaya. Dalam sejarah sebut saja Qorun yang melegenda sampai saat ini, Raja Namrud, Raja Fir’aun, dan lain sebainya. Bukankah mereka jelas-jelas berkhianat kepada Allah, mengapa mereka diberikan kekayaan?
  2. Merupakan fakta juga, bahwa tidak sedikit orang beriman yang hidup dalam kemiskinan. Bukankah Allah yang menguasai rezeki? bukankah Allah menyukai orang yang beriman?

Fakta-fakta tersebut membuat kita tertarik untuk bertanya mengapa Allah memberikan kekayaan baik kepada orang beriman maupun orang kafir.

Sebelum kita bahas, mari bersama kita berdoa kepada Allah:

Ya Allah, bukakanlah kepada kami semua hikmahMu, berikanlah ilmu yang bermanfaat kepada kami, sesungguhnya tidak ada ilmu kecuali yang Engkau berikan kepada kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal, kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.

Sahabat cendekia,

Mari kita bahas permasalahan ini. Mengapa ada orang kafir yang kaya, dan mengapa ada orang muslim yang miskin. Bukankah islam itu agama yang benar?

Kita bahas dalam beberapa tahap berikut:

  1. Nabi Ibrahim as, pernah berdoa dan memohon kepada Allah SWT, supaya memberika rezeki hanya kepada penduduk yang beriman saja, namun, Allah menolaknya. Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini:

Artinya  Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al Baqarah: 126)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menolak doa Nabi Ibrahim as dalam hal pemberian kenikmatan duniawi (rezeki), Allah SWT juga memberi kenikmatan dunia kepada kaum kafir.

Sehingga, mengapa Allah juga memberi kekayaan kepada orang kafir? Karena Allah menghendakinya.

Jika Allah yang berkehendak, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya.

  1. Pertanyaan berikutnya, mengapa Allah berkehendak memberika kenikmatan duniawi (kekayaan) kepada orang kafir?

Maka Allah menjawabnya melalui Firman Allah di dalam Alquran berikut ini:

Artinya Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir. (QS. At Taubah: 85)

Tujuan Allah SWT memberikan kekayaan berupa harta benda dan anak-anak kepada orang kafir untuk mengazab mereka supaya mereka lalai dan akhirnya mati dalam keadaan kafir.

  1. Pembahasan mari kita kembangkan, lalu mengapa Allah juga memberi kekayaan harta benda dan anak juga kepada orang-orang yang beriman? Apakah Allah hendak mengazab mereka juga.

Perhatikan penjelasan Allah di dalam Alquran berikut ini:

Artinya Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (QS. Al Kahfi:7)

Artinya  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al Anbiyaa’: 35)

Kedua ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT memberikan harta benda kepada orang-orang beriman adalah sebagai ujian.

  1. Kita lanjutkan lagi, lalu mengapa banyak sekali orang beriman yang disempitkan rezekinya? Bukankah Allah SWT yang melapangkan dan menyempitkan rezeki manusia, bukankah Allah SWT menyukai orang yang beriman?

Allah menjawab pertanyaan ini dalam ayat berikut:

Artinya èDan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (QS. Asy Syuura: 27)

Allah SWT yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita, bisa jadi, jika dipaksakan, kekayaan harta benda itu dapat menjerumuskan kita ke neraka karena Allah lebih mengetahui kemampuan kita dalam mengolah kekayaan harta benda.

Kesimpulan:

Mengapa tidak hanya orang beriman saja yang diberikan kekayaan oleh Allah SWT?

  1. Karena Allah SWT sendiri yang berkehendak memberikan kekayaan kepada orang kafir.
  2. Allah berkehendak memberikan kekayaan harta benda kepada orang kafir sebagai azab, mereka akan lalai sampai kematian tiba-tiba datang, sehingga mereka mati dalam keadaan kafir.
  3. Allah SWT memberikan kekayaan harta benda kepada orang-orang beriman adalah sebagai ujian, siapakah diantara orang beriman itu yang paling baik amalnya.
  4. Allah sengaja memberikan kesempitan rezeki kepada orang beriman adalah karena selain sebagai ujian juga karena Allah SWT lebih mengetahui kemampuan kita dalam mengelola kekayaan harta benda.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dwi Agus Wahyudi
Anak kedua dari tujuh bersaudara. Lulus dari jurusan Akuntansi Universitas Islam Malang pada tahun 2005. Menjadi santri di beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah sejak tahun 1994 sampai tahun 2000. Bekerja di beberapa perusahaan swasta sejak tahun 2005. Memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai General Manager pada tahun 2012 dan berwiraswasta sampai sekarang. saat ini menjadi ketua Yayasan Baitul Mal Nabawi dan juga ketua Paguyuban Hapus Riba area Jogja

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization