Topic
Home / Berita / Nasional / Akan Idul Adha di Tolikara, Ustaz Fadhlan Ajak Masyarakat Kubur Egoisme

Akan Idul Adha di Tolikara, Ustaz Fadhlan Ajak Masyarakat Kubur Egoisme

Ustadz Fadlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta KOMAT usai melakukan konferensi Pers.  (tribunnews.com)
Ustadz Fadlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta KOMAT usai melakukan konferensi Pers. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Yayasan Al Fatih Nusantara (AFKN), Ustaz Fadhlan Gharamatan dan rombongan rencananya akan hadir di Tolikara pada Idul Adha kali ini.

“Saya dan romobongan InsyaAllah akan hadir di sana, menyampaikan pesan dakwah di Tolikara, baik kepada umat Islam dan non-Muslim. Islam akan tampil dengan madrasah kurban dan kesalehan sosial ingin menunjukkan kurban tidak hanya untuk umat Islam tapi tokoh adat,” paparnya, seperti di lansir republika.co.id.

Menjelang Idul Adha ini, Ustaz Fadlan juga meminta masyarakat Indonesia, terutama di Tolikara, Papua, untuk menyembelih egoisme, keangkuhan, dan kesombongan.

“Pada 17 Juli 2015, shalat Idul Fitri belum dilaksanakan dengan sempurna tapi Allah menerima ibadah mereka,” lanjutnya

Menurut Ustaz Fadhlan, Hari Raya Kurban memberi makna kepada umat Islam untuk mengingatkan dirinya sendiri dan mendidik orang lain bagaimana Idul Adha merupakan sebuah pengorbanan besar untuk membangun Tolikara.

“Ini yang coba kami bangun, sebagaimana Nabi Ibrahim tidak memakan daging sendiri, tetapi membaginya dengan yang lain. Harapannya, ini menjadikan hal yang keliru menjadi benar,” kata dia.

“Semoga Idul Adha menjadi semangat baru, di mana egoisme kita kubur. Kesombongan kita kubur,” ucap dia.

Ustaz Fadlan selama ini dikenal aktif berdakwah di papua dan dipercaya sebagai ketua tim Pencari Fakta kasus Tolikara.

Nama Tolikara mulai dikenal setelah adanya kasus penyerangan jamaah Shalat idul Fitri pada 17 Juli 2015 lalu.

Hasil temuan Tim Pencari Fakta yang di lansir tempo.co menyatakan bahwa Aksi penyerangan tersebut bukan spontanitas, namun sudah direncanakan secara sistematis.

“Ini bukan kriminal biasa. Diduga ada upaya sengaja menciptakan, mengusik kehidupan beragama secara sistematis. Faktanya ada massa yang mengepung jemaah shalat Id dari tiga titik. Ada suara komando untuk menyerang,” kata Fadlan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (31/7/2015).

TPF juga menyimpulkan, pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI) sudah melakukan pelanggaran HAM berat, karena menghalangi umat lain untuk beribadah. Hal tersebut dapat dilihat dari surat GIDI yang ditemukan oleh anggota intel Polres, Bripka Kasrim, yang berada di Pos Moleo. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Hari Raya Idul Adha, Ini Harapan Erdogan untuk Umat Islam

Figure
Organization