Home / Berita / Nasional / Rupiah Sentuh 14.249, Analis: Kalau kami Tidak Optimistis, Ya Bagaimana

Rupiah Sentuh 14.249, Analis: Kalau kami Tidak Optimistis, Ya Bagaimana

rupiah
Nilai tukar rupiah tembus angka 14.249 pada hari ini, senin (7/9/15). (sinarharapan.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Nilai tukar rupiah semakin tergerus pada senin (7/9/2015) dikarenakan membaiknya data ketenaga-kerjaan AS meningkatkan ekpektasi kenaikan suku bunga AS ditengah kebijakan stimulus yang akan diumumkan pemerintah.

Dilansir liputan6.com, Nilai tukar rupiah melemah 0,5 persen ke level 14.243 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pukul 09.45 WIB. Sejak pagi hingga siang, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 14.216 per dolar AS hingga 14.249 per dolar AS.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar rupiah kembali terkikis 0,4 persen menjadi 14.234 per dolar AS dari perdagangan sebelumnya yang berada di level 14.178 per dolar AS.

Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova mengatakan, pelemahan rupiah karena membaiknya data ketenagakerjaan Amerika Serikat sehingga meningkatkan ekpektasi pelaku pasar atas kenaikan suku bunga AS.

Penguatan dolar AS bertambah besar saat Bank Sentral China menurunkan nilai tukar mata uang Yuan atau mendevaluasi sebesar kurang lebih 2 persen selama tiga hati berturut-turut. Sebelum devaluasi, rupiah bisa bertahan di bawah level 13.900 per dolar AS. Namun setelah devaluasi hari pertama, pada perdagangan intraday, rupiah langsung tumbang ke level 14.000 per dolar AS.

Sementara itu, para pelaku pasar sedang menunggu paket-paket kebijakan stimulus yang rencananya akan dikeluarkan oleh pemerintah pada pekan ini.  “Para pelaku pasar menunggu paket kebijakan ekonomi yang akan di rilis,” jelas Rully.

Untuk mendukung rupiah, pemerintah sebaiknya memangkas peraturan untuk mempermudah investasi. “Peraturan yang dipangkas, untuk mendorong investasi di Indonesia” tambahnya.

Empat Paket Kebijakan Pemerintah

Seperti diketahui, pemerintah sedang menggodok empat paket kebijakan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga menahan kejatuhan nilai tukar rupiah. Empat paket kebijakan itu pertama menyangkut fiskal dan keuangan. Kedua deregulasi besar-besaran yang menyangkut investasi di sektor perdagangan, industri dan pertanian.

Sementara untuk paket kebijakan ketiga berupa insentif percepatan pembangunan smelter, dan keempat menyangkut persoalan pangan. Salah satu aturan yang bakal disederhanakan menyangkut payung hukum di sertifikasi produk halal. Hal ini pernah disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

“Memang ada perubahan (sertifikasi halal), tapi memang ada Undang-undang (UU) baru yang mau keluar. jadi kita mau coba lihat bagaimana caranya. Kita bisa mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI), hanya saja belum sampai ke situ,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Dia optimistis empat paket kebijakan ekonomi tersebut dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengangkat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah nyaris menyentuh level 14.200. “Kalau kami tidak optimistis, ya bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu dikutip dari republika.co.id, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyebut, paket kebijakan itu akan diumumkan pada Rabu (9/9/15) mendatang.

“Diumumkan Rabu,” katanya di Istana Negara, Senin (7/9).

Namun, Teten enggan membocorkan apa saja hal yang akan diatur dalam paket kebijakan itu. Menurutnya, paket kebijakan ekonomi tersebut akan dijelaskan lebih lanjut oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Sebelumnya, Menteri Darmin mengatakan paket kebijakan itu akan diumumkan secara bertahap. Paket kebijakan disiapkan untuk menstimulus perekonomian Indonesia dari berbagai sektor.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Erdogan Terus Berupaya Pulihkan Mata Uang Turki