Home / Berita / Nasional / Lindungi Anak-Anak, Gubernur NTB Intruksikan Pembatasan Iklan Rokok

Lindungi Anak-Anak, Gubernur NTB Intruksikan Pembatasan Iklan Rokok

iklan rokok
Salah satu Aksi Dukungan pelarangan Iklan Rokok. (detik.com)

dakwatuna.com – Mataram .  Guna melindungi anak-anak dari bahaya merokok, Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Zainul Majdi menghimbau kepada sekolah-sekolah di seluruh NTB agar tidak menggunakan sponsor perusahaan rokok dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak. Langkah itu juga dilakukan sebagai wujud dari implementasi ramah anak.

“Sponsornya jangan dari rokok bisa dilakukan,” ujarnya kepada wartawan seusai menghadiri puncak Hari Anak Nasional di Kota Mataram, seperti dilansir dari republika.co.id, Selasa (1/9/15).

Tidak hanya itu, ia pun akan mengirimkan surat edaran kepada pemerintah Kabupaten/Kota agar melakukan pembatasan iklan-iklan rokok di lokasi yang berdekatan dengan tempat peribadatan, sekolah dan ruang-ruang publik yang didatangi oleh anak-anak.

“Periklanan tidak berada di wilayah provinsi tapi kabupaten/kota. Kita akan buat edaran bahwa untuk ada pembatasan iklan rokok,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh masyarakat pun harus menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anak agar terhindar dari rokok, minuman keras dan narkoba. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa memberikan contoh keteladanan dan pendidikan.

Zainul Majdi menambahkan sedang menciptakan peraturan yang ramah anak dan berharap penegak hukum bisa melindungi anak yang terkena tindak pidana.

Kasus anak-anak dibawah umur yang sudah kecanduan merokok memang banyak terjadi di Indonesia.

Seperti dikuitip dari okezone.com, beberapa bcah yang pernah membuat heboh karena kebiasaannya merokok diusia anak-anak, diantaranya:

Galih Ramadhan

Bocah berusia 4,5 tahun ini memiliki kebiasaan merokok. Ironisnya, aksi itu tidak mendapat larangan dari orangtuanya. Sebab, saat dilarang, Galih kerap tidak mau makan. Balita itu diketahui asal Kampung Subang Kidul RT 03 RW 13 Subang Jaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sandi Adi Susanto

Bocah empat tahun asal Malang, Jawa Timur ini sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu. Diketahui, bocah itu mulai merokok sejak usia 1,5 tahun.

Selain merokok, Sandi juga suka berbicara kasar dan terkadang menenggak minuman keras yang diberikan oleh orang lain.

Muhammad Rizki

Bocah asal Pasuruan, Jawa Timur, itu dalam sehari rata-rata menghabiskan rokok lima batang jenis kretek. Bila dilarang merokok dia marah-marah dan mengucapkan kata-kata kotor. Bocah empat tahun itu diketahui senang bergaul dengan orang dewasa. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

UNICEF: 180.000 Anak-anak Terlantar di Suriah Selatan

Organization