Topic
Home / Berita / Nasional / Dua Tersangka Tolikara Akui Lakukan Penyerangan

Dua Tersangka Tolikara Akui Lakukan Penyerangan

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin, mengatakan bahwa kedua tersangka mengaku bersama empat orang lainnya ikut menyerang.  (kompas.com)
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin, mengatakan bahwa kedua tersangka mengaku bersama empat orang lainnya ikut menyerang. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jayapura.  Dua tersangka kerusuhan Tolikara, AK (26) dan JW (31) mengakui keterlibatan mereka dalam penyerangan terhadap ratusan warga yang sedang melakukan shalat Id di halaman Koramil Tolikara, Jumat (17/7/2015) lalu. Sebelumnya kedua tersangka Tolikara yang diamankan di Karubaga, Kamis (23/7/2015) lalu, sempat membantah keterlibatannya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin, mengatakan bahwa kedua tersangka mengaku bersama empat orang lainnya ikut menyerang.

“Ke-4 orang tersebut masih diidentifikasi dan sedang dalam pencarian aparat kepolisian,” ungkap Patrige di Mapolda Papua, seperti dikutip dari kompascom, Selasa (28/7/15).

Dijelaskan Patrige, perkembangan proses penyidikan kasus penyerangan dan penembakan terhadap 11 orang warga, kepolisian telah memeriksa 68 orang saksi.

“Sudah 68 orang saksi diperiksa dalam kasus ini. Sejauh ini baru dua orang yang resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” jelas Patrige.

Pihak penyidik Polda Papua juga telah memanggil petinggi Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) untuk dimintai keterangan. (baca: Para Petinggi GIDI Mangkir Dari Panggilan Polda Papua).

Namun  ke empat petinggi GIDI tidak dapat hadir memenuhi panggilan penyidik dan secara resmi telah melayangkan surat ketidakhadiran mereka dengan alasan karena masih melakukan mediasi dan penggembalaan terhadap jemaat dalam rangka proses penyelesaian perselisihan di Karubaga, Tolikara.

Ke empat petinggi GIDI tersebut adalah Presiden GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo, dua orang yang melakukan penandatanganan surat larangan beribadah di Tolikara, yakni Pendeta Nayus Wenda, selaku Ketua GIDI Tolikara dan sekretarisnya Marthen Jingga, serta ketua I panitia KKR, berinisial YJ.

Untuk mengungkap tertembaknya 11 orang warga dalam kerusuhan tersebut, polisi juga akan meneliti serpihan peluru dari pihak Rumah Sakit Dok II Jayapura yang melakukan operasi terhadap 7 orang korban luka terkena tembakan.

“Serpihan peluru ini, akan kami kirim ke Laboratorium Forensik Polri di Makassar untuk dilakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan laboratorium forensik ini akan diketahui jenis proyektil peluru dan senjata yang digunakan menembak,” jelas Patrige. (sbb/dakwatuna)

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tiga Tentara Zionis Tewas Akibat Operasi Penyerangan di Dekat Al-Quds

Figure
Organization