Topic
Home / Berita / Silaturahim / Muktamar FORMMIT: Pemilihan Presiden Periode 2015/2016

Muktamar FORMMIT: Pemilihan Presiden Periode 2015/2016

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Penyerahan jabatan presiden Formmit, Djunizar Djamaludin (kanan) periode 2014/2015 kepada presiden terpilih Hendra WMS (kiri), periode 2015/2016 (spesial)
Penyerahan jabatan presiden Formmit, Djunizar Djamaludin (kanan) periode 2014/2015 kepada presiden terpilih Hendra WMS (kiri), periode 2015/2016 (spesial)

dakwatuna.com – Taichung, Forum mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) kembali menggelar muktamar yang ke-X untuk pemilihan presiden formmit periode 2015/2016. Kegiatan muktamar formmit ini dilaksanakan di Masjid besar Taichung, Taiwan pada tanggal 6-7 Juni 2015.

Acara muktamar dimulai pada sabtu sore, pukul 17.00 hingga pukul 02.00 dini hari waktu Taiwan. Kegiatan muktamar yang diawali dengan pembukaan, diisi dengan sambutan dari ketua PPI Taiwan, Iman ardipurnama dan presiden Formmit periode 2014/2015, Djunizar Djamaluddin. Dalam sambutannya, baik ketua PPI maupun presiden formmit menyampaikan terkait peran mahasiswa yang sangat penting khususnya di Taiwan. Mahasiswa tidak saja hanya berkiprah dalam ranah akademis, namun turut pula berpartisipasi dalam membangun kesolehan sosial di sekitarnya. Sehingga, keilmuan yang diperoleh tidak sebatas untuk pribadi saja, karena yang paling penting adalah aplikasinya. Setelah sambutan, muktamar ditutup sejenak untuk istirahat dan shalat lalu dilanjutkan kembali pukul 19.00 pada sesi kedua.

Pada sesi kedua, muktamar dipimpin oleh ketua muktamar sementara yakni Khotibul Umam dan La Ode Abd. Rahman, untuk mengevaluasi tata tertib (tatib) muktamar formmit. Selain itu juga, ketua muktamar sementara bertanggung jawab untuk memimpin pemilihan ketua muktamar tetap yang akan memandu jalannya muktamar dan memilih presiden formmit yang baru untuk periode 2015/2016. Mekanisme pemilihan ketua muktamar dilakukan dengan menunjuk wakil dari masing masing formmit wilayah, lalu masing masing perwakilan akan bermusyawarah menentukan pimpinan muktamar. Hasil musyawarah menetapkan Faudzan ‘Adziima bersama dengan Siti Fatimah dan Aulia ditetapkan sebagai pimpinan muktamar Formmit. Sama halnya dengan penetapan pimpinan muktamar, pemilihan Presiden Formmit pun dilakukan dengan pengajuan usulan calon dari masing masing Formmit wilayah dan dilanjutkan musyawarah untuk menentukan presiden terpilih dari calon yang diajukan. Dari proses pencalonan, akhirnya didapatkan dua calon utama yakni Syahruramdhani dari Formmit tengah dengan visinya “Formmit gemuk karya” dan dr. Hendra WMS dari Formmit Utara satu dengan visinya “soleh dan mensholehkan’. Setelah kedua calon meyampaikan orasi, maka peserta sidang melakukan musyawarah mufakat menentukan presiden dari dua kandidat calon. Keputusan muktamar kemudian memutuskan bahwa presiden Formmit periode 2015/2016 adalah dr. Hendra WMS dan sekaligus merekomendasikan Syahruramdhani sebagai sekjend Formmit untuk periode 2015/2016. Penyematan dan peresmian jabatan dilakukan secara simbolik oleh sekjend KMIT yaitu Bapak Kristiyanto.

Pada muktamar formmit ini, peserta muktamar berasal dari berbagai perwakilan formmit wilayah seperti Formmit Utara Satu (Utaratu), Formmit utara dua (Utarada), Formmit selatan dan Formmit tengah sebagai tuan rumah. Seluruh peserta berhak untuk mengeluarkan pendapat terhadap calon presiden Formmit yang baru, termasuk memberikan pertimbangan. Turut pula menghadiri perwakilan dari beberapa organisasi masyarakat Indonesia di Taiwan seperti PPI Taiwan, PCNU, PCI Muhammadiyah, KMIT dan Imit Taichung. (umam/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Umam El-Jayyid
Mahasiswa master di National chung hsing university (NCHU) Taiwan, jurusan physiology and akuatic environment.

Lihat Juga

Muktamar IMSA-MISG Tahun 2017 Resmi Dibuka

Figure
Organization