Home / Narasi Islam / Sosial / Makna Sebuah Prestasi

Makna Sebuah Prestasi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Debu-debu berterbangan, mencoba menutupi teriknya cahaya matahari Madinah. Pohon tak malu bergoyang, ketika angin datang dan membelainya. Pasukan Gagah Umat Muslim bersiap di pelataran pintu gerbang Madinah. Tak banyak yang dipersiapkan memang, karena mereka hendak menghadang kafilah dagang dan bukan berperang. Rasulullah SAW mulai memberikan komando agar 313 prajurit itu bergerak.

Ya, suasana itu demikian nyata, ketika pasukan muslim bergerak keluar Madinah untuk menghadang kafilah dagang Abu Sufyan, kafilah dagang yang berisi ratusan unta lengkap dengan barang di punggungnya. Rupanya Abu Sufyan sudah mengetahui bahwa dirinya akan diserang. Maka dikirimlah temannya ke Mekah untuk memberikan kabar bahwa akan ada penyerangan oleh kaum muslim. Akhirnya tak kurang dari 1000 pergi untuk berhadapan kaum muslimin di Adang Badar. Kaum muslim yang tak siap berperang harus siap melawan pasukan lebih 3 kali lebih banyak dari dirinya. diturunkannya hujan dan malaikat menjadi pertanda pertolongan Allah. Rasulullah SAW berdoa menengadah kepada Allah Swt. Beliau Khawatir tidak akan ada lagi manusia yang akan membela Islam jika mereka dibinasakan. Umat Muslim menang dengan jumlah korban sangat sedikit.

Namun, lain hal dengan perang Hunain. Umat muslim berjumlah 10 ribu pasukan yang telah sukses membebaskan kota Mekah dan berjalan ke human karena mendengar ada 2000 pasukan Quraisy yang membangkang. “Pasukan sebanyak ini tidak mungkin kalah”, kata hati sahabat muncul. Ternyata Allah berkehendak lain, Pasukan Quraisy menyerang secara mendadak dan membuat pasukan muslim berlarian. Ribuan pasukan itu pecah dan hanya menyisakan ratusan orang yang berhasil menumpas pasukan quraisy.

Dari kisah kedua perang itu dapat memberikan pelajaran bagi kita, yaitu tentang hakikat sebuah prestasi. Mari kita lihat peristiwa perang Badar, pasukan muslim hanya berjumlah sepertiga dari jumlah lawannya. Selain itu kaum muslim tidak bersiap untuk berperang, namun hanya menghadang kafilah dagang. Namun akhirnya Umat Muslim berhasil menang. Sementara pada perang Hunain, jumlah kaum muslim banyak. Tapi jumlah yang banyak ini disertai rasa sombong dan takabur di dalamnya. Walaupun akhirnya menang, pasukan kuat ini pernah terpecah belah dan banyak yang berlarian.

Keridhoan Allah menjadi poin penting dalam peristiwa ini, dan perlu kita jadikan sebuah refleksi. Kita tentu sering berusaha sekuat tenaga untuk mencapai impian atau cita-cita kita. Berbagai jenis usaha kita upayakan, dan yakin tujuan kita akan tercapai. Namun, hal itu sama sekali tidak berguna, ketika Allah tidak meridhoi usaha kita. Ridho Allah menjadi sebuah kunci utama kesuksesan, sehingga di samping kita berusaha, kita juga harus senantiasa memenuhi hak-hak Allah.

Prestasi yang indah adalah ketika apa yang kita cita-citakan dapat beriringan dengan keridhoan dari Allah SWT.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Penuntut Ilmu di Fakultas Biologi UGM. Peserta PPSDMS Regional 3 Yogyakarta Putra Angkatan 7.

Lihat Juga

Principal’s Award, Apresiasi untuk Anak-anak Berprestasi

Organization