Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hikmah dari Sebuah Tebakan Berantai

Hikmah dari Sebuah Tebakan Berantai

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (wordpress.com/misteradotz)
Ilustrasi (wordpress.com/misteradotz)

dakwatuna.com – Q: Pesawat membawa 100 buah batu bata. Seorang awak pesawat membuang 1 buah batu bata keluar pesawat. Berapakah batu bata yang ada dalam pesawat sekarang?

A: 99 buah batu bata.

Q: Bagaimanakah cara memasukkan gajah ke dalam kulkas?

A: Buka kulkasnya, masukkan gajahnya, tutup kulkasnya.

Q: Bagaimanakah cara memasukkan jerapah ke dalam kulkas?

A: Buka kulkasnya, keluarkan gajahnya, masukkan jerapahnya, tutup kulkasnya.

Q: Pada suatu hari di hutan, tarzan mengadakan acara kajian. Seluruh hewan di hutan dari yang paling besar hingga paling kecil diundang oleh tarzan, mereka berdatangan dan sangat antusias. Hewan apakah yang tidak datang ke acara kajian?

A: Jerapah, karena masih ada di dalam kulkas.

Q: Seorang nenek ingin menyeberang sungai di hutan. Konon katanya apabila ada orang yang menyeberang sungai tersebut maka akan diserang buaya dan beberapa hari sebelumnya seorang anak dilarikan ke rumah sakit karena diserang buaya, sedangkan di sungai tersebut tidak ada jembatannya. Bagaimanakah caranya agar nenek itu bisa menyeberang dengan selamat?

A: Sang nenek tinggal menyeberang saja, karena buayanya lagi ikut kajian

Q: Akan tetapi kenyataannya, nenek tersebut tetap dilarikan ke rumah sakit. Mengapa bisa terjadi?

A: Sang nenek tertimpa 1 buah batu bata yang dibuang dari pesawat (pada pertanyaan pertama).

Maaf jika tebakannya tidak lucu. Apabila kita memperhatikan tebakan berantai tersebut kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.

  1. Jagalah selalu tutur kata dan tingkah laku kita. Jangan sampai tutur kata yang kita ucapkan malah menyakiti hati orang lain dan tingkah laku kita membawa keburukan bagi orang lain. Terkadang kita seperti seorang awak pesawat yang membuang batu bata keluar pesawat tanpa menyadari justru hal itu membawa keburukan bagi orang lain yaitu sang nenek tertimpa batu bata saat menyeberang sungai. Ada baiknya sebelum melakukan sesuatu pikirkanlah apakah yang akan kita lakukan baik atau tidak. Jika baik maka lakukanlah, namun jika buruk tinggalkanlah.
  2. Ubah pola pikir atau mindset cara berpikir kita dalam melihat suatu permasalahan. Jika disuruh memasukkan gajah atau jerapah ke dalam kulkas pasti kita berpikir gajah atau jerapahnya yang lebih besar dari kulkas sehingga kita jawab tidak mungkin bisa dimasukkan. Padahal jika kita ubah mindset berpikir kita menjadi kulkasnya yang sebesar raksasa maka jelas gajah dan jerapah pasti bisa dimasukkan ke Seringkali ketika kita dapat masalah, hati dan pikiran kita terasa sempit sekali karena kita melihat masalah itu besar sekali padahal masalahnya mungkin saja sepele. Luaskan hati dan pikiran kita, Yakinlah kepada Allah Yang Maha Besar, Insya Allah masalah sebesar apapun akan terasa kecil.
  3. Carilah ilmu dari saat dalam kandungan hingga liang lahat. Datangilah selalu majelis-majelis ilmu khususnya ilmu agama. Insya Allah jika kita sering menghadiri majelis ilmu maka hati kita akan terjaga dalam agamaNYA dan semakin dekat denganNYA. Jangan mau kalah sama hewan-hewan di hutan yang antusias ikut kajian.

Semoga kita mampu melihat hikmah dan pelajaran dari kehidupan kita. Tetaplah semangat dalam memperbaiki diri, jangan berhenti sampai di sini. Dunia tak selebar daun kelor, karena jika selebar daun kelor badan kita tidak mungkin muat di dalamnya. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua tak terkecuali penulis.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Ahlan Riyandi

Lihat Juga

Liqa Itu Penting

Figure
Organization