Topic
Home / Narasi Islam / Politik / Negara yang “Dimakan” Lautan

Negara yang “Dimakan” Lautan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Logo PIFS (pacificwomen.org)
Logo PIFS (pacificwomen.org)

dakwatuna.com – Belakangan ini sering terdengar nama-nama wilayah atau yang sebenarnya merupakan suatu negara yang asing di telinga kita. Beberapa waktu lalu terdengar kabar bahwa Fiji ingin menghilangkan lambang kerajaan inggris dari bendera mereka, begitu juga dengan badai topan yang menerjang Vanuatu menimbulkan berbagai kerusakan dan korban jiwa. Negara-negara tersebut jarang sekali atau bahkan baru kemarin kita mendengarnya. Namun, sebenarnya negara-negara tersebut telah lama “ada” dan terletak dekat dengan Indonesia.

Yang paling sering kita dengar adalah papua nugini. Ya, nama itu memang tidak asing karena berbatasan langsung dengan merauke di ujung timur provinsi papua. Tapi pernahkan kita mendengar papua nugini menjadi anggota ASEAN (Association of South-East Asia Nations). Tetangga dekat kita saja, Australia tidak termasuk anggota ASEAN. Muncul sebuah pertanyaan di benak kita, kalau papua nugini yang berbatasan langsung dengan kita bukan anggota ASEAN, lalu apakah ada organisasi sejenis ASEAN? Apa namanya? Kenapa papua nugini tidak masuk ASEAN?

Di dunia yang luas ini, terdapat banyak sekali budaya, teritori, dan suku bangsa yang berbeda-beda. Secara territorial papua nugini berbatsan langsung dengan Indonesia, Australia pun demikian, namun dalam hubungan luar negeri dan aspek historis sangatlah berbeda.

Australia, selandia baru, papua nugini, kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu dan negara-negara lainnya memiliki kedekatan historis dan letak geografi yang sama. Negara-negara tersebut (selain Australia) berada di lautan pasifik. Samudra terluas di dunia yang menyimpan kekayaan alam melimpah di dalamnya. Negara tersebut tersebar membentuk negara kepulauan, terbentang dari hawai di utara sampai selandia baru di selatan, dari papua nugini di barat hingga lautan barat Chile.

Wilayah yang mencakup 15% dari total daratan dunia dan memiliki 9,6 juta jiwa. Kawasan ini memiliki kekayaan laut yang melimpah tapi rawan bencana putting beliung. Kecilnya wilayah negara juga menjadi permasalahan mendasar bagi pemerintah, karena kurangnya daratan, tanah di wilayah ini seringkali tidak boleh dimiliki pihak swasta, terutama pendatang.

Pacific Islands Forum (PIF) sebagai wadah aspirasi negara-negara pasifik

Negara-negara di kawasan ini tergabung dalam Pacific Islands Forum (sebelumnya South Pacific Forum, berdiri tahun 1971 dan berganti nama menjadi Pacific Islands Forum sejak tahun 1999). PIF memiliki 16 anggota yang semuanya merupakan negara merdeka antara lain :

  1. Australia
  2. Kepulauan Cook
  3. Fiji
  4. Kiribati (baca: Kiribash)
  5. Kepulauan Marshall
  6. Micronesia
  7. Nauru
  8. New Zealand (baca: Selandia Baru)
  9. Niue
  10. Palau
  11. Papua New Guinea (baca: Papua Nugini)
  12. Samoa
  13. Kepulauan Solomon
  14. Tonga
  15. Tuvalu
  16. Vanuatu

Forum ini merupakan lembaga multilateral yang menyatukan berbagai negara merdeka di pasifik untuk membahas masalah-masalah ekonomi, politik, maupun kerjasama di berbagai bidang. Kantor sekertariat terletak di kota Suva, Fiji. Australia dan New Zealand merupakan anggota yang termasuk kategori negara maju, sedangkan selainnya merupakan negara dunia ketiga. Menariknya Australia dan New Zealand ini dulu pernah menjajah negara-negara pasifik. Dan awal terbentuknya forum ini merupakan kelanjutan dari South Pacific Conference (SPC) yang lebih dulu berdiri.

Hubungan Indonesia dan negara-negara tetangga di pasifik

Indonesia telah membangun kerjasama yang baik dengan negara-negara tetangga, dimulai pada tahun 1974 dengan Fiji dan yang terakhir tahun 2013 dengan Kiribati. Hubungan Indonesia dengan negara-negara pasifik sering mengalami pasang surut. Pada tahun 1990-an Vanuatu pernah mengeluarkan statement atau argument-argumen yang memojokkan Indonesia karena konflik yang terjadi dengan Timor Leste. Yang sering kali terjadi adalah memanasnya hubungan Indonesia dengan Australia seringkali terjadi gesekan yang tidak seharusnya.

Walaupun begitu, hubungan persahabatan dan perdagangan dalam ranah yang lebih luas telah terjalin dengan baik. Hal ini dapat kita lihat saat ini dengan keaktifan Indonesia di forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan forum lainnya.

Indonesia juga diharapkan lebih aktif dengan selalu meningkatkan investasi dan kerjasama ekonomi dengan Negara-negara pasifik yang memiliki kesamaan dalam hal keadaan ekonomi demi meningkatkan taraf hidup bagi bangsa-bangsa asia pasifik.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswa jurusan ilmu hubungan internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Memiliki hobi membaca dan mengawali masuk dunia tulis untuk mengasah kemampuan dan juga menyebarkan informasi bagi masyarakat Indonesia.

Lihat Juga

Ramadhan: Mendidik Untuk Optimis

Organization