Topic
Home / Berita / Nasional / Romantisnya Pesan Terakhir Yani Libels untuk Istri Tercinta

Romantisnya Pesan Terakhir Yani Libels untuk Istri Tercinta

Ervie Yuniarti (jilbab putih), istri almarhum Yanni Djunaedi (Yanni Libels).  (tribunnews.com)
Ervie Yuniarti (jilbab putih), istri almarhum Yanni Djunaedi (Yanni Libels). (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Bagi Ervie Yuniarti (40), istri almarhum Yanni Djunaedi, personil Trio Libels, banyak kenangan yang tak dapat dilupakan selama menjalani hidup bersama Yanni.

Salah satunya adalah kalimat yang diucapkan Yanni sehari sebelum terbang ke Bangka yang sampai saat ini masih terekam kuat dalam ingatannya.

“Kalo ada apa-apa, aku ingin meninggal di pelukanmu.”

Awalnya ia tak mengira jika kalimat itu merupakan sebuah penanda. Ia baru sadar tak lama setelah suaminya dikabarkan meninggal pada Rabu (25/3/15) pagi.

“Saya tidak menyangka kalau itu jadi penandanya,” ujarnya,.

Yanni terbang ke Bangka untuk melayat kematian Lo Kui Nam, ayah dari Presdien Komisaris Sriwijaya Air, Hendri Lie. Kala itu, kenang Ervie, Yanni sempat membelikannya kado ulang tahun pernikahan mereka yang ke 14.

“Tanggal 21 kemarin kami tidak sempat merayakannya. Dia hanya membelikan sepatu,” katanya.

Yani meninggal sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Saat berada di toilet, ia sempat meminta pertolongan petugas jasa kebersihan untuk memanggil petugas medis lantaran rasa sakit di bagian dadanya. Namun takdir berbicara lain. Ia lebih dulu menghembuskan nafas terakhir sebelum ditolong petugas.

Kabar duka itu diterima Ervie saat ia tengah melatih teknik karate untuk kalangan siswa di Bekasi. Salah seorang petugas bandara yang menyampaikan informasi itu menduga kematian suaminya akibat serangan jantung.

Menurut Ervie, diagnosa itu bisa jadi benar lantaran sebelumnya Yanni pernah mengeluhkan sakit di bagian dadanya.

“Mungkin karena faktor keturunan juga. Ayah dan ibu suami saya punya riwayat sakit tersebut,” kata Ervie. Meski demikian, kata Ervie, keluhan itu baru dialami suaminya beberapa pekan terakhir. Sakit yang cukup lama diderita hanyalah kolesterol tinggi.

“Saya tuh paling rewel buat urusan kesehatan. Waktu itu saya pernah meminta Mas Yanni berobat, tapi belum sempat,” katanya. (tempo/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Dosa-dosa Yang Harus Dihindari Istri

Figure
Organization