Home / Keluarga / Kesehatan / Hidup Sehat Berawal dari Pola Makan dan Kondisi Usus yang Baik

Hidup Sehat Berawal dari Pola Makan dan Kondisi Usus yang Baik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pola makan sehat (inet)
Pola makan sehat (inet)

dakwatuna.com – Apakah kita tergolong manusia yang sering tiba-tiba merasa lapar dan langsung mengonsumsi makanan dalam waktu-waktu tertentu secara bebas? Apakah pola makan seperti ini baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan? Seringkali padatnya akivitas menjadi faktor utama pola hidup yang tidak sehat. Ketika lapar, kita akan mengonsumsi segala sesuatunya yang serba instan asalkan hal itu dapat mengenyangkan perut. Banyak yang lupa bahwa rasa lapar itu mungkin bisa dihilangkan dengan hanya meminum air mineral secara cukup.

Jika sudah seperti itu, makan pun menjadi tergesa-gesa dan kandungan gizi serta pilihan menu tidak lagi dipikirkan. Padahal, makan secara tergesa-gesa merupakan sumber penyakit. Dapat ditebak bahwa makan secara tegesa-gesa berarti kita tidak mengunyah makanan tersebut dengan benar. Tubuh dalam waktu lama masih dapat menyimpan energi dari makanan yang dikonsumsinya berkat adanya gen penghemat energi. Namun sayangnya, masyarakat modern seringkali melupakan hal ini, sering mengonsumsi berbagai jenis makanan seenaknya, serta jarang menggerakkan tubuh sehingga tubuh menumpuk energi secara berlebihan. Kebiasaan makan berlebih inilah yang menimbulkan sumber penyakit.

Dalam hal ini, pembatasan asupan kalori menjadi penting karena pembatasan ini memperlambat proses penuaan. Kenapa bisa? Karena pembatasan asupan kalori ini seolah menekan tombol ON pada gen panjang umur yang disebut sebagai gen sirtuin. Pada gen ini, terdapat komponen pengendali insulin dan zat gula yang merupakan komponen-komponen penghasil energi seperti glukosa, asam amino, dan juga asam laktat. Gen sirtuin ini berfungsi mengatur pembentukan otot dan penumpukan lemak serta memperlambat penuaan. Salah satu cara untuk mengaktifkan gen sirtuin adalah makan tepat waktu dan memberi jeda waktu makan hingga perut terasa sangat lapar sebelum sampai pada waktu makan berikutnya.

Namun, makan teratur dengan waktu yang tepat belumlah cukup jika tidak memperhatikan komposisi makanan yang akan kita konsumsi dan bagaimana seharusnya proses makan itu berlangsung. Berikut hal-hal yang harus dihindari untuk menjaga kesehatan usus:

  1. Makan dengan tergesa-gesa. Makan tanpa dikunyah hanya akan membebani lambung. Mengunyah tidak hanya bertujuan melumatkan makanan, tetapi mempermudah proses pencernaan selanjutnya di lambung dan usus. Aktivitas mengunyah penting karena air liur mensekresikan beberapa enzim dan zat yang sangat bermanfaat bagi pencernaan seperti enzim amilase, fluorida, mucin dan peroksidase. Mengunyah tidak hanya mengurangi beban lambung, tetapi juga merangsang pusat rasa kenyang di otak sehingga makan tidak akan berlebih. Mengunyah secara tepat juga dapat memperlancar peredaran darah di otak sehingga meningkatkan daya pikir.
  2. Mengonsumsi makanan tinggi garam. Makanan tinggi garam tidak hanya menyebabkan tekanan darah tinggi, namun juga mengganggu keseimbangan kadar kalium dan natrium di dalam tubuh. Menurut penelitian jangka panjang yang juga sudah dibuktikan melalui penelitian epidemiologis, mengurangi asupan garam dapat mencegah gagal ginjal, kanker, dan penyakit jantung.
  3. Banyak mengonsumsi makanan yang digoreng. Perlu diketahui bahwa minyak sayur yang sudah teroksidasi dapat menimbulkan penuaan dini. Minyak pada makanan akan teroksidasi apabila terkena udara khusunya oksigen, sinar matahari, dan logam. Minyak yang teroksidasi dapat menjadi bahan beracun yang disebut sebagai lipid hyperoxidation. Terlalu banyak mengonsumsi lipid hyperoxidation akan mengurangi efektivitas penyerapan makanan di usus. Lipid hyperoxidation merupakan hasil oksidasi yang terbentuk akibat reaksi antara oksigen aktif dan lemak-lemak yang berada di dalam tubuh, misalnya kolesterol. Percobaan yang dilakukan Profesor Yutaka Okamoto terhadap hamster membuktikan bahwa lipid hyperoxidation dapat merusak sel pankreas dan sel hati jika dikonsumsi berlebih secara terus-menerus dan dapat memicu berkembangnya kanker.
  4. Memakan makanan manis terlalu sering. Terlalu banyak mengonsumsi gula akan menimbulkan masalah. Gula yang tidak terurai menjadi energi akan bertumpuk dan menjadi lemak di dalam tubuh karena zat gula ini akan terurai menjadi glukosa. Jika glukosa dalam tubuh berlebih, sel-sel kanker akan memiliki potensi besar untuk berkembang biak dengan glukosa tersebut yang digunakan sebagai bahan bakar.

Hidup yang sehat akan dapat terbentuk jika kita mengintegrasikan pola makan sehat ini dan tidak hanya mementingkan perawatan eksternal semata untuk mencegah penuaan dini dan selalu terlihat fit. Olahraga yang terlalu berat dan ekstrim justru dapat memperburuk kesehatan dengan menciptakan kondisi asam dalam tubuh akibat terbentuknya asam laktat berlebih. Pola makan yang baik dengan pemilihan makanan yang tepat merupakan kunci utama untuk menyehatkan usus. Usus yang sehat adalah kunci kesehatan pencernaan yang mempengaruhi banyak hal terkait kesehatan dan kecantikan diri.

Jadi, jangan pernah ragu lagi untuk terus menjaga kesehatan usus dengan pola makan yang baik, ya!

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi aktif Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang senang menulis dan membaca, serta selalu ingin meningkatkan kapabilitas dirinya dalam dunia tulis menulis untuk bisa memberikan tulisan-tulisan yang bermutu, menggugah dan menginspirasi.

Lihat Juga

Teater Kehidupan