Home / Berita / Silaturahim / Piagam Madinah, Inspirasi Perumusan Pancasila dan Keindonesiaan

Piagam Madinah, Inspirasi Perumusan Pancasila dan Keindonesiaan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kajian Kepemimpinan yang bertemakan “Inspirasi Negara Madinah, Tafsir Pancasila dan Keindonesiaan” pada Kamis (26/2/2014). (Adhe.NW/DD)
Kajian Kepemimpinan yang bertemakan “Inspirasi Negara Madinah, Tafsir Pancasila dan Keindonesiaan” pada Kamis (26/2/2014). (Adhe.NW/DD)

dakwatuna.com – Bogor.  Sekolah Kepemimpinan Bangsa – Dompet Dhuafa semakin memperkuat perhatiannya kepada isu nasionalisme dan kebangsaan dengan menyelenggarakan Kajian Kepemimpinan yang bertemakan “Inspirasi Negara Madinah, Tafsir Pancasila dan Keindonesiaan” pada Kamis (26/2/2015).

Kajian Kepemimpinan kali ini menghadikan Muhammad Jazir ASP (Tim Ahli, Pusat Studi Pancasila UGM) sebagai narasumber dan Adhe Nuansa Wibisono (Direktur Riset, Center of Leadership Studies – Sekolah Kepemimpinan Bangsa) sebagai moderator.

Adhe Nuansa Wibisono membuka diskusi dengan pernyataan, “Negara Madinah adalah inspirasi bagi model pengelolaan negara yang multikultur. Negara yang terdiri dari komunitas lintas suku, etnik dan agama yang sangat beragam. Kondisi yang sangat mirip dengan realitas Indonesia saat ini.”

“Salah satu inspirasi penting bagi kelahiran Pancasila adalah Piagam Madinah. Dimana nilai-nilai universal Piagam Madinah seperti Ketuhanan, Musyawarah dan Keadilan menjadi poin-poin penting yang mengilhami para tokoh bangsa Indonesia untuk merumuskan dasar Pancasila”, kata Muhammad Jazir ASP

“Satu-satunya negara di dunia yang dalam konstitusinya memiliki misi cita-cita membebaskan penjajahan di atas dunia hanyalah Indonesia. Hal itu menggambarkan misi nubuwwah kenabian, yaitu memerdekakan, dikarenakan penjajahan itu adalah bentuk perbudakan antar bangsa”, ungkap Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM tersebut.

Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Sekolah Kepemimpinan Bangsa Budiyanto mengatakan bahwa, “Sekolah Kepemimpinan Bangsa adalah salah satu divisi baru pada Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa yang memiliki fokus untuk membentuk pemimpin berkarakter dan berkompetensi global, serta berkhidmat kepada masyarakat, bangsa dan negara”.

Kajian Kepemimpinan yang berlangsung di Aula Teater Dzikir, Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Parung, Bogor tersebut juga dihadiri oleh ratusan peserta dan mahasiswa dari berbagai kampus terkemuka di Indonesia seperti UI, IPB, UIN Syarif, UIKA Bogor dan STEI SEBI.

“Semoga kehadiran Sekolah Kepemimpinan Bangsa ini dapat menjadi solusi bagi krisis kepemimpinan dan negarawan yang terjadi di Indonesia saat ini. Hanya pemimpin besar yang mampu menerjemahkan mimpi kolektif dan menyentuh perasaan bangsa ini”, pesan Muhammad Jazir ASP. (Adhe.n.w/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan - Pengurus Pusat KAMMI.

Lihat Juga

FOKMA Perak Adakan Kajian Eksis Tanpa Narsis: Manfaat dan Bahaya Sosial Media

Organization