Topic
Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Menjaga Izzah Seorang Muslimah

Menjaga Izzah Seorang Muslimah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)

dakwatuna.com – “Jika laki – laki dilihat berdasarkan masa depannya, maka perempuan dilihat berdasarkan masa lalunya”

Kembali lagi malam ini bertemu dengan keluarga besar calon – calon pemimpin bangsa. Lingkarang ini kembali lagi setelah hampir dua bulan vakum disebukkan oleh perkuliahan. Kajian Intelectual Muslim Community (IMC) antar kos binaan pertanian merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap sebulan sekali dengan berganti – ganti tuan rumah. Di Fakultas Pertanian ada tiga kos binaan yaitu Al Falah, Mawadah, dan Hamazah. kali ini Hamazah menjadi penyelenggara lingkaran ilmu itu.

Semangat menggebu tertancap di sanubari, kesempatan bersua dengan saudara semuslim kembali lagi. Hal biasa ketika kami bertemu di kampus karena kami satu kampus, tapi di balik pertemanan di kampus ada sebuah ikatan yang menghujam di antara kami yaitu ikatan ukhuwah. Antusiaspun semakin membuncah ketika membaca sebuah sms berisi invitation dengan prolog “Jika laki – laki dilihat berdasarkan masa depannya, maka perempuan dilihat berdasarkan masa lalunya”. sebagai pemanis tema yang akan disampaikan terkait menjaga izzah seorang muslimah.

Materi ini disampaikan oleh mbak Catur, beliau adalah pembina kos Hamazah sekaligus takmirah masjid kampus tercinta, Nurul Huda Islamic Center. Izzah adalah kesuciaan atau kemuliaan sedangkan iffah adalah cara menjaga kemuliaan itu. Cara menjaga izzah seorang muslimah dapat dilakukan dengan beribadah yaitu selalu mendekatkan diri kepada Robb yang telah mencipatakan dan Maha Kuasa atas dunia seisinya ini baik dengan ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Selain itu, atas dasar misi penciptaan manusian bahwa manusia sebagai khalifah fil ardi (pemimpin untuk muka bumi ini). Oleh karena itu, muslimah harus cerdas. Gambaran sosok muslimah cerdas bisa kita tengok siroh shohabiyah Aisyah r.a, beliau menorehkan dalam catatan sejarah sebagai penghafal hadits terbanyak ketiga.

Seorang muslimah harus terbiasa untuk menciptakan lingkungan amar ma’ruf nahi munkar pada semua kondisi kehidupan. rajin meminta nasihat dan berdo’a serta jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
Avatar
Mahasiswi Fakultas Pertanian UNS, jurusan agroteknologi angkatan 2009. Salah satu penerima beasiswa aktivis Nusantara 3. Aktif di beberapa organisasi, saat ini ini organisasi yang digelutinya Biro Asistensi Agama Islam FP UNS dan IMC UNS. Juga aktif dalam kegiatan mentoring di kampus.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization