Home / Berita / Internasional / Eropa / Akankah The Plaza Monumental de Barcelona Diubah Menjadi Masjid?

Akankah The Plaza Monumental de Barcelona Diubah Menjadi Masjid?

The Plaza Monumental de Barcelona. (deviajeporcatalunya.com)
The Plaza Monumental de Barcelona. (deviajeporcatalunya.com)

dakwatuna.com – Barcelona. Catalonia adalah sebuah wilayah yang saat ini berjuang memisahkan diri dari Spanyol. Komunitas Muslim di wilayah ini mencapai 6%. Meski jumlah mereka cukup besar, tidak ada masjid besar untuk mendirikan shalat.

Karena itulah warga Muslim biasa melaksanakan shalat berjamaah di apartemen, garasi mobil, gedung olah raga, dan sebagainya.

Salah seorang imam di Barcelona, Abdussalam, seperti dilansir Sky News Arabic, Jumat (21/11/2014) kemarin, mengatakan, “Masjid adalah tempat sementara yang digunakan untuk shalat. Sebelumnya tempat ini adalah gudang sepeda.”

Abdussalam melanjutkan, “Umat Islam di sini sangat membutuhkan masjid yang layak untuk mendirikan shalat. Semua masjid di Catalonia kecil sehingga tidak layak untuk melaksanakan shalat berjamaah, apalagi shalat Jumat.”

“Saat ini masjid-masjid hanya menampung 20 hingga 30 orang saja. Padahal jamaah shalat Jumat bisa mencapai 500 sampai 700 orang. Bahkan di tempat tertentu mencapai 1000 hingga 1500 orang,” demikian Abdussalam menerangkan.

Lembaga Islam sudah meminta mengajukan perizinan kepada pemerintah untuk membangun masjid. Namun hingga sekarang pembangunan masjid yang besar masih menjadi polemik. Pemerintah menyatakan alasan tidak keluarnya izin membangun karena adanya penolakan mayoritas masyarakat.

Sejak pertunjukan matador dilarang di Catalonia pada tahun 2011, tempat pertunjukan yang sangat bersejarah, yaitu The Plaza Monumental de Barcelona, menjadi tempat kosong yang sering disewakan untuk acara-acara massal. Ada keinginan Emir Qatar untuk mengubahnya menjadi sebuah masjid.

Bila keinginan itu terwujud, maka Muslim Catalonia akan mempunyai masjid agung yang memuat sekitar 40 ribu jamaah. Emir Qatar diberitakan siap menyumbang dana sebesar US$ 2.5 juta (IDR 30 miliar). (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Peringatan 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I Digelar di Prancis