Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / Ditawar Rp12 M, Presiden Termiskin di Dunia Ogah Jual Mobil Kesayangannya

Ditawar Rp12 M, Presiden Termiskin di Dunia Ogah Jual Mobil Kesayangannya

Presiden Uruguay, Jose Mujica bersama mobil VW kesayangannya. (bbc.co.uk)
Presiden Uruguay, Jose Mujica bersama mobil VW kesayangannya. (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Jakarta.  Para pemimpin negara umumnya memiliki kendaraan yang mewah, memiliki teknologi tinggi, dan tentu saja memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Presiden Uruguay, Jose Mujica yang dijuluki sebagai ‘Presiden termiskin di dunia’.

Julukan tersebut bukan tanpa alasan, sejak dilantik menjadi presiden pada 2010 lalu, politisi berusia 77 tahun ini hanya menggunakan kendaraan dinas sederhana. Ia lebih memilih menggunakan mobil tuanya, Volkswagen Beetle (kodok) buatan tahun 1977.

Rupanya mobil tua yang kerap menemaninya banyak diminati oleh orang-orang terkenal dari belahan dunia lain. Baru-baru ini, ia mengungkapkan bahwa mobilnya telah ditawar salah seorang syekh Arab dengan harga sekira US$1 juta, atau setara Rp12 miliar. Ia pun saat itu berinisiatif akan menjualnya.

Namun, dilaporkan Reuters, Senin (17/11/14), Jose Mujica rupanya membatalkan rencananya untuk menjual mobil kesayangannya itu. Mujica beranggapan, jika VW-nya yang telah lama ia pakai tak dapat tergantikan dengan mobil apa pun.

“Saya tidak pernah bisa menjualnya. Saya tidak akan melepas mobil ini, meskipun dengan harga berapa pun. Sebab, mobil ini merupakan mobil rakyat yang sudah menemani saya, saat susah dan senang. Ini sudah cukup bagi saya,” tutur Mujica seperti dikutip salah satu radio lokal.

Mujica mengatakan, tawaran yang dialamatkan pada mobilnya sebenarnya terjadi saat puncak acara pertemuan G77+China Summit yang dilangsungkan di Santa Cruz, Bolivia, awal 2014 lalu.

“Saat itu, memang pernah ada duta besar Meksiko yang menawar mobil saya. Awalnya, saya sedikit terkejut, namun kemudian tidak saya tanggapi secara serius. Tapi kemudian, tawaran lain datang dengan nominal yang lebih besar (Syekh Arab),” kata Mujica.

Namun, karena pertimbangan kenangan, ia menyatakan dengan tegas jika mobil berwarna biru langit yang dibelinya dengan harga Rp22 juta itu tak akan dijual.

“Saya tidak tahu apakah satu hari Beetle akan pergi,” kata Mujica. “Tapi yang saya tahu, saat saya masih hidup, mobil ini akan tetap di garasi.” (viva/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tahanan Guantanamo Dibebaskan di Uruguay

Figure
Organization