Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Ikhwan Bukan Teroris, Saudi Salah Besar

Ikhwan Bukan Teroris, Saudi Salah Besar

Hammam Said (iumsonline.org)
Hammam Said (iumsonline.org)

dakwatuna.com – Amman. Pemimpin Ikhwanul Muslimin Yordania, Hammam Said, menyebut keputusan Kerajaan Arab Saudi memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam daftar organisasi teroris adalah keputusan yang salah. Beliau sangat menyayangkan keputusan yang terlihat terburu-buru ini, dan berharap Saudi menariknya kembali. Hal ini seperti diberitakan dalam situs iumsonline.org, edisi Selasa (11/3/2014).

Menurut Said, pemerintah Saudi telah berhubungan dengan jamaah Ikhwanul Muslimin sejak tahun 1950 an. Banyak tokoh Ikhwan yang berdomisili di Saudi, misalnya Syekh Manna’ul Qattan, Muhammad Mahmud Shawaf, Ali Thanthawi, Muhammad Qutb, dan masih banyak yang lain. Selama itu, Ikhwan dikenal mempunyai pemikiran dan aktivitas yang moderat. Pertanyaannya, apakah setelah 60 tahun Saudi baru menyadari bahwa Ikhwan sebenarnya adalah organisasi teroris? Banyak juga anggota Ikhwan yang menjadi guru di Saudi, apakah mereka semua adalah teroris, dan mengajari anak-anak mereka tentang terorisme?

Said juga menyebutkan bahwa sebab utama keluarnya keputusan Saudi ini adalah karena kondisi pemerintah kudeta Mesir yang sudah sangat terjepit, padahal Saudi dan beberapa negara Teluk telah menggelontorkan milyaran Dollar. Menurut Saudi, dana sebesar itu hilang sia-sia karena ulah Ikhwan. Padahal penyebab kegagalan pemerintah Mesir adalah tindakan militer yang melakukan kudeta. Mendukung kudeta juga termasuk penyebab tersebut.

Sayangnya, keputusan Saudi ini, menurut Said, berbeda dengan sikap negara-negara Barat dan lainnya yang masih belum yakin untuk memasukkan Ikhwan ke dalam daftar organisasi teroris. Oleh karena itu, keputusan Saudi bisa dikatakan tidak diterima masyarakat dunia. (msa/dakwatuna/iumsonline)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Mursyid Ikhwanul Muslimin Divonis Hukuman Seumur Hidup

Figure
Organization