Kompleks Masjid Al-Aqsha, Palestina (inet)

dakwatuna.com – Lembaga Al-Quds untuk urusan Wakaf dan Sejarah” mengecam tindakan penjajah Israel yang berencana mengadakan konser musik di malam hari agama Yahudi di kawasan Old City di Al-Quds. Untuk pagelaran ini meraka akan memakai lokasi yang berdekatan dengan masjid suci Al-Aqsha, dimulai sejak malam hari ini, Selasa (20/3) selama tiga malam berturut-turut.

Lembaga untuk Al-Aqsha ini kemudian menegaskan, bahwa tindakan apapun yang dilakukan oleh penjajah Israel di seputar Al-Quds, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meyahudisasikan kota suci itu.

Agenda seperti ini menurut Lembaga Al-Aqsha tersebut sama saja dengan bentuk penghinaan, karena dengan menyelenggarakan konser musik di Al-Quds berarti mereka tidak menghormati akan kesucian
kota itu, yang kaya dengan berbagai peninggalan sejarah keislamannya. Dan Israel berupaya untuk mengikis nilai itu semua secara perlahan-lahan. Mencabut simbol keislaman dari kota itu.

Israel sendiri telah mengumumkan bahwa para musik yang mereka gelar bertemakan “Senandung di Kota Tua Al-Quds”. Mereka berencana akan mengahadirkan beberapa grup musik Yahudi dan asing. Proyek Yahudisasi di Al-Quds ini mengikutsertakan sebanyak 50 orang musisi dan akan tampil mulai dari hari ini, Selasa (20/3) dari pukul 6 sore hingga tengah malam selama tiga hari. (msy/itd/knrp)