Home / Berita / Internasional / Asia / Ikatan Ulama Dunia Serukan Solidaritas untuk Turki

Ikatan Ulama Dunia Serukan Solidaritas untuk Turki

Ketua Ikatan Ulama Muslim Internasional, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi. (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Doha. Ikatan Ulama Islam Dunia (IUMS), dalam keterangan resmi mereka yang dikeluarkan pada Senin (13/03/2017), melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Belanda kepada Turki. Selain itu, IUMS juga menyeru kepada Dunia Islam dan penganut kebebasan untuk menunjukkan solidaritas untuk Turki. Lebih lanjut, ikatan ulama yang diketuai Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, itu juga memperingatkan dampak negatif dari pertumbuhan rasisme di Barat.

“Tindakan yang dilakukan Belanda terhadap Turki merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Mulai dari pembatalan pendaratan pesawat Menlu Turki, Mevlut Covusoglu, serta pencekalan terhadap Menteri Urusan Keluarga, Fatma Betul Sayan Kaya,” ungkap IUMS berdasarkan keterangan resminya.

Selain itu, pihak IUMS dalam keterangannya juga menyebutkan bahwa praktik rasisme Barat hanya akan merusak perdamaian dunia. Katanya, “Berbagai komentar dan tindakan rasisme yang diakukan Barat, yang diarahkan kepada Muslim dan Arab baik bangsa, pemerintahan atau para pejabatnya, hanya akan menambah rentetan ketegangan dan konfrontasi. Serta juga akan merusak tatanan perdamaian dunia.”

Terkait pelarangan terhadap sejumlah politisi Turki untuk bertemu dengan warga ekspatriatnya, IUMS menegaskan, “Para politisi Turki memiliki hak untuk bertemu dengan komunitas Turki yang berada di negara lain. Begitu pula dengan hak untuk bertukar pikiran terkait permasalahan negara mereka.”

IUMS juga menyeru dunia untuk menunjukkan solidaritasnya untuk Turki, dan menyebut negara Turki di bawah pemerintahan Erdogan, sedang mengkampanyekan sistem yang sesuai dengan ajaran Islam.

“IUMS menyeru kepada Dunia Islam dan Arab, serta yang lainnya, untuk menunjukkan solidaritas penuh untuk Turki. Bahwa sistem yang sedang dikampanyekan Erdogan merupakan sistem yang sesuai dengan ajaran Islam. Dimana seorang pemimpin harus memiliki kedudukan tertinggi dalam sebuah pemerintahan,” ungkap pernyataan resmi IUMS. (whc/aljazeera/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
William Ciputra
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Erdogan Kepada Aljazeera.net: Suriah Terbelah, Iran Jalankan Politik Ekspansi

Organization