Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berdzikirlah

Berdzikirlah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com “Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah (dzikirullah) hati menjadi tenang”. (Ar Rad: 28)

Siapa yang tidak menginginkan sebuah ketenangan? Ketenangan jiwa dan raga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Semua manusia mengharapkan ketenangan. Tapi, terkadang segelintir orang menggunakan cara yang salah dalam mencari ketenangan.

Segelintir orang tersebut ada yang lebih memilih berfoya-foya dan bersenang-senang dalam mencari ketenangan diri. Dia lupa bahkan tidak tahu bahwa cara itu hanya akan membuat dia tenang sesaat sebab itu adalah cara dunia. Dunia tak akan pernah berakhir jika dihadapi dengan dunia. Hadapilah dunia dengan akhirat agar urusan dunia bisa terpecahkan.

Salah satu cara dalam mencari ketenangan yang diajarkan langsung oleh tokoh teladan umat sepanjang masa dan Dia sendiri yang memerintahkan di dalam Al-Quran bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati ini akan menjadi tenang.

Mengapa kita harus mencari cara yang lain? Jika ayat tersebut menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah. Adakah cara yang lain jika mampu menandinginya?

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan kata hanya sama artinya dengan cuma yang maknanya tidak ada yang lain. Cara itulah -dzikirullah- yang mampu membuat setiap manusia menjadi tenang.

Banyak cara bagi umat Muslim untuk melakukan dzikirullah tidak hanya sebatas berdzikir saja tetapi dengan beribadah shalat, membayar zakat, berpuasa, naik haji, membaca Quran dan segala amal kebaikan lainnya dalam rangka menuju keridhaan-Nya adalah cara-cara kita untuk selalu mengingat-Nya.

Lewat setiap bacaan shalat kita berdzikir, berkomunikasi langsung kepada Allah. Selesai shalat pun kita tetap berdzikir dan berdoa dalam rangka menghamba kepada-Nya.

Jika kita tak mampu meluangkan waktu untuk berdzikir dengan membaca tahmid, tahlil, takbir dan bacaan lainnya. Semoga dengan shalat dan membaca Quran merupakan salah satu cara untuk tetap mengingat-Nya.

Alangkah lebih bagus lagi jika kita meluangkan waktu tersendiri untuk berdzikir misalnya tiap-tiap usai shalat fadhu. Beberapa menit diluangkan untuk berdzikir kepada-Nya tidaklah membuat kita kehilangan berjam-jam waktu yang dimiliki.

Dzikir itulah yang membuat manusia bisa tenang menjalani dan menghadapi berbagai macam problematika kehidupan sehari-hari. Lewat dzikir pula dia mengobati hatinya dari berbagai penyakit hati yang sering menyerang umat Muslim.

Masih ingatkan kita dengan sebuah lagu yang dilantunkan oleh Opick seorang penyanyi religius yang dimiliki oleh umat Islam?

Obat hatiada lima perkaranya

Yang pertama baca Quran dan maknanya

Yang kedua shalat malam dirikanlah

Yang ketiga berkumpulah dengan orang shalih

Yang keempat perbanyaklah berpuasa

Yang kelima dzikir malam perpanjanglah

(Obat Hati, Opick)

Coba kita garis bawahi lima obat hati tersebut antara lain : membaca Quran dan maknanya, mendirikan shalat yakni shalat malam, berkumpul dengan orang shalih dan memperpanjang dzikir malam. Bukankah itu semua adalah bentuk dzikrullah untuk membuat hati menjadi tenang?

Semua makhluk yang diciptakan di bumi ini senantiasa berdzikir dengan caranya masing-masing. Coba kita lihat dengan seksama pepohonan melambaikan daun-daunnya dibantu oleh sang angin adalah bentuk dzikir kepada Sang Pencipta. Matahari memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru adalah bentuk dzikir kepada Allah. Ayam berkokok, burung terbang kesana-kemari, ikan berenang lewati liku-liku air di lautan adalah bentuk dzikir kepada-Nya dan semua makhluk lainnya memiliki cara masing-masing dalam berdzikir. Apakah manusia tak malu melihat semua ini?

Masihkah diri ini tak mau berdzikir kepada-Nya? Padahal, dengan berdzikir ketenangan hati sendiri yang akan diperoleh bukan orang lain yang akan merasakan ketenangan dari dzikir yang diucapkan oleh seseorang. Ketika dia berdzikir dia sendirilah yang akan merasakan nikmatnya ketenangan itu.

Mari luangkan waktu beberapa menit atau jam untuk menenangkan hati sekaligus beribadah kepada-Nya. Kita semua diberikan waktu dua puluh empat jam sama untuk setiap manusia. Tetapi, hanya sedikit manusia yang memberikan alokasi waktunya lebih banyak untuk mengingat-Nya dalam setiap gerak-gerik.

Ketenangan di dunia dan ketenangan di akhiratlah yang kita tuju selama ini. Siapkan dari sekarang diri ini agar selalu mengingat-Nya dalam setiap dzikir yang terucapkan. Baik ketika beribadah ataupun ketika beraktivitas sehari-hari.

Berdzikirlah, karena dengan dzikir itu yang akan menuntun kita menuju sebuah jalan yang terang-benerang serta tak ada rintangan yang menghadang. Jalan yang akan mengantarkan manusia menuju sebuah kebahagiaan yang hakiki dan kekal kelak di akhirat yakni jalan ke surga-Nya.

Berdzikirlah, saat mulut dan hati ini masih mampu untuk berdzikir. Jika mereka tak mampu lagi untuk berdzikir, apalah artinya semua ini tak ada bekal yang akan dibawa untuk kehidupan di masa akan datang. Tak ada jalan yang akan memberikan petunjuk menuju sebuah tempat yang diliputi rasa bahagia tak terhingga.

“Jika hambaKu mengingatiKu dalam dirinya, Aku pasti mengingatinya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu di hadapan khalayak ramai, Aku akan menyebut namanya di hadapan khalayak yang lebih mulia daripada khalayaknya. Jika dia menghampiriKu sejengkal, Aku akan menghampirinya sehasta, jika dia mendekatiKu sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika dia datang berjalan kepadaKu, Aku akan berlari kepadaNya. Yakni segera menyahut segala permintaannya” (Hadits Qudsi)

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aulia Rahim
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Disela-sela menuntut ilmu sebagai mahasiswa diberikan amanah oleh dekanat menjadi reporter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Lihat Juga

Mahasiswa SEBI Menghabiskan Malam Tahun Baru dengan Ikut Dzikir Nasional