Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Mari Hadirkan Taman dan Kebun Surga “Perpustakaan” di Rumah Kita

Mari Hadirkan Taman dan Kebun Surga “Perpustakaan” di Rumah Kita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (123rf.com / Jasmin Merdan)
Ilustrasi. (123rf.com / Jasmin Merdan)

dakwatuna.com Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal betapa indah, mempesona, dan menawannya sebuah taman bunga. Warna-warni bunga yang memukau membentuk paduan warna nan elok dan serasi. Wangi semerbak yang tercium mampu menenangkan pikiran setiap insan kala menyaksikan dan menyusuri setiap ragam bunga yang hidup di taman. Ada rasa nyaman kala menyentuhnya. Tiada menyangka waktu begitu cepat berlalu, rasa senang menimbulkan rasa ingin berlama-lama di dalamnya. Demikian perumpaan singkat sebuah perpustakaan pribadi kita hendaknya.

Melihat fenomena yang terjadi cukup miris karena semangat kita ingin melahirkan generasi yang cerdas dan berwawasan masih kurang. Buku, bukan barang yang wajib dibeli minimal tiap bulan. Hidup masih dihabiskan dengan mengkonsumsi barang yang tidak begitu banyak manfaatnya. Maunya semua terlihat serba ‘lux’, mobil mewah, rumah megah, dan barang-barang ‘fashion branded’ luar negeri. Tidak sedikit pastinya uang yang dikeluarkan.

Padahal bila dialihkan untuk membeli buku dan membuat perpustakaan di rumah tentu jauh lebih bermanfaat. Perpustakaan di sini tidak perlu besar. Cukup dengan memanfaatkan salah satu ruangan atau sebuah pojok yang ada di rumah sebagai tempat yang nyaman untuk keluarga membaca. Tidakkah kita ingin menghadirkan taman bunga di dalam rumah kita? Dr. ‘Aidh al-Qorni mengatakan ”perpustkaan pribadi Anda adalah kebun yang rindang dan taman yang penuh dengan bunga-bunga di sekitar rumah Anda. Nikmatilah kebun dan taman itu bersama dengan para ulama, para bijak, para sastrawan dan para penyair”.

Mengambil status penulis yang dipublish di Facebook: ” Istana (rumah) muslimah itu hendaknya dilengkapi dengan perpustakaan. Gunakanlah tiap ruangan di rumah dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya disesaki dengan perabotan mewah, membuat penghuni rumah susah berjalan dan menghabiskan waktu untuk membersihkannya. Apabila mampu dijadikan tempat dakwah tentu lebih baik”. Adanya perpustakaan kecil di rumah adalah salah satu upaya kita membiasakan minat baca anggota keluarga.

Islam sangat mengharuskan kita untuk membaca sebagaimana tercantum dalam Al qur-an Surat Al-‘alaq (1-5). Demikian pula salah satu indikator Islam mencapai puncak kejayaan adalah pada saat berdirinya perpustakaan-perpustakaan yang memiliki jutaan koleksi buku. Misalnya perpustakaan yang terkenal khalifah Dinasti fathimiyyah di Kairo dengan jumlah koleksi mencapai 2.000.000 eksemplar. Para ulama kala itupun mereka memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya.

Semoga dengan dengan dimulai dari diri sendiri yakni menghadirkan perpustakaan di rumah, kejayaan Islam itu akan segera kita raih kembali. Amiin, Allahu’alam.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tridai Sepitri
Alumni IAIN Jambi, Pegiat Rumah Baca Duku Anjabi (Dunia Buku Anak Jambi) 2 dan Anjabi Writing Community (AWC).

Lihat Juga

Si Kecil Korban Kekejaman Israel Ini Dilarikan Ke Rumah Sakit