Home / Berita / Internasional / Eropa / Karena Berjilbab, Pelajar Muslimah Inggris Dilarang Masuk Sekolah

Karena Berjilbab, Pelajar Muslimah Inggris Dilarang Masuk Sekolah

Pelajar Muslimah Inggris ( Ilustrasi).  (nasiriaelc.com)
Pelajar Muslimah Inggris ( Ilustrasi). (nasiriaelc.com)

dakwatuna.com – London.  Pelajar Muslimah Inggris dilarang memasuki sekolah lantaran mengenakan niqab. Keputusan sekolah ini segera ditentang ratusan pelajar yang kemudian menandatangani petisi anti-islamofobia di sekolah.

“Adikku hanya ingin mengenakan niqab dan bersekolah,” kata kakak pelajar tersebut seperti dilansir The Independet, Rabu (24/9/14). Menurutnya, kepercayaan seorang pelajar seharusnya tidak menjadi alasan untuk lahirnya kebijakan diskriminatif.

Kebijakan diskriminatif Camden School for Girls ini baru diberlakukan tahun ini. Selama enam tahun terakhir, sekolah tersebut tidak mempermasalahkan pelajar yang memakai niqab.

Sementara itu, petisi yang ditandatangani menyebut kebijakan itu mencerminkan sikap yang bertentangan dengan visi dan misi sekolah. “Apa yang terjadi dengan kebebasan berekspresi,” kata dia.

Petisi itu juga menyebut bagaimana pelajar Muslimah tidak boleh mengikuti ujian musim panas kecuali ia melepas jilbab. “Sekolah ini memiliki reputasi. Sekarang sekolah ini menjijikan,” kata Farhana Khanom, pelajar yang menandatangani petisi.

Pelajar lainnya, Cabrini Cotter Boston mengatakan keputusan ini memalukan. “Ini menjijikan,” kata dia.

Pihak sekolah dalam pernyataannya mengatakan setiap guru perlu melihat seluruh wajah peserta didik. Selain itu, penting bagi sekolah untuk menjamin keselamatan dan keamanan dengan mengidentifikasi individu. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 5,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Peringatan International Hijab Solidarity Day di CFD Jakarta