Home / Berita / Nasional / Penahanan Florence Menuai Respon Negatif di Dunia Maya

Penahanan Florence Menuai Respon Negatif di Dunia Maya

Florence Sihombing saat di Polda DIY.  (twitter.whotalking.com)
Florence Sihombing saat di Polda DIY. (twitter.whotalking.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Florence Sihombing ditahan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alasan aparat, mahasiswa pascasarjana Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta tersebut dianggap tidak kooperatif.

Ternyata, tindakan polisi mendapat respon negatif di dunia maya, khususnya pengguna akun Twitter.

. “Tindakan Florence ungkapan kegusarannya dgn menghina tdk tepat dan patut kita kecam. Tapi ia telah menyadari kesalahannya dgn minta maaf,” kata dosen UGM, Ary Dwipayana melalui akun, @aridwipayanaugm.

“Menahan Florence jg berlebihan. Pertanyaan pada Polisi: apakah ada kabar soal kasus pembubaran diskusi di LKIS? Itu penghinaan pd toleransi,” lanjut Ary.

Penyair Saut Situmorang juga mengkritik langkah Polda DIY. ‏”Florence Sihombing langsung ditahan POLRI cumak kerna memaki tapi #Sitok Srengenge yang memerkosa seorang mahasiswi bebas keliaran di Jogja!” ujarnya melalui akun @AngrySipelebegu.

Rudi Eko lewat akun [email protected] turut mempertanyakan mengapa hanya Florence yang ditahan kalau hanya gara-gara mengeluarkan makian. “Sebelum Florence Sihombing, banyak kata makian di sosmed yg dilontarkan dua kubu pendukung capres. Harusnya mereka jg diciduk,” katanya.

Seniman Butet Kartaredjasa dalam akun Facebook  mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) ke Kapolda DIY Brigjen Oerip Soebagyo.

“Ini SMSku kpd KAPOLDA DIY: Pak Kapolda…. sbg warga yogya yg mencintai kepolisian saya pengin mengingatkan, mbok Florence Sihombing dibebaskan aja. Penahanan ini bener2 kontraproduktif dan mencoreng citra kepolisian dan kearifan warga yogya. Sangat memalukan pak. Sungguh.”

Jawaban KAPOLDA DIY, kata Butete, “Ass. Sugeng ndalu mas , matur nuwun sarannnya . Saya memahami berbagai reaksi yg beragam ttg permasalahan ini.”

Sebelumnya, Florence membuat geger dunia maya setelah membuat status menghina di akun Path miliknya. Dia merasa kesal lantaran ‘tidak dilayani dengan baik’ oleh petugas SPBU. Gara-gara itu, ia menuliskan kata-kata tidak pantas yang direspon negatif oleh publik Yogyakarta. (ROLs/bb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Gua Menjadi Tempat Pertahanan Pemberontak Syiah Hutsi