Home / Berita / Daerah / Relawan RZ Adakan Simulasi Sekolah Siaga Bencana

Relawan RZ Adakan Simulasi Sekolah Siaga Bencana

RZ gelar simulasi sekolah siaga bencana di SMA Pembangunan Laboratorium. (sayasih/rz)
RZ gelar simulasi sekolah siaga bencana di SMA Pembangunan Laboratorium. (sayasih/rz)

dakwatuna.com – Padang.  Relawan RZ (Rumah Zakat) Kota Padang adakan simulasi sekolah siaga bencana di SMA Pembangunan Laboratorium. 750 orang komponen sekolah yang terdiri dari siswa kelas X, XI, dan XII, dewan guru, penjaga sekolah, serta pihak keamanan sekolah terlibat dalam simulasi ini.

Skenario simulasi yang dilaksanakan disusun berdasarkan draft Prosedur Peringatan Dini Dan Penanganan Darurat Kota Padang. Beberapa keterbatasan seperti kesanggupan dan kemampuan pemerintah menjadi pertimbangan dalam penyusunan skenario.

“Simulasi diadakan agar seluruh komponen sekolah memiliki gambaran evakuasi jika terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Namun, yang paling utama adalah menyadari pentingnya kesiapsiagaan sedini  mungkin,” terang Rama Nanda, Relawan RZ Kota Padang, Selasa (12/08).

Waktu tempuh tercepat dari sekolah ke pusat evakuasi di Lapangan TVRI Sumbar yaitu 1 jam 23 menit. Sedangkan waktu terlama adalah 1 jam 52 menit. Hal ini disebabkan para peserta hanya berjalan santai karena cuaca yang panas. Saat terjadi gempa beberapa waktu lalu di Padang, waktu tempuh tercepat dari dan ke lokasi yang sama, waktu tempuh tercepat tercatat hanya 21 menit.

Sebelum simulasi dimulai, peserta mendapatkan materi mengenai gempa bumi, tsunami serta evakuasi. Setelah selesai materi, sirene dibunyikan selama semenit sebagai tanda terjadinya gempa bumi. Saat terjadi gempa bumi, seluruh peserta menyelamatkan diri di segitiga kehidupan. Ketika gempa bumi berhenti, siswa diarahkan oleh para guru untuk menuju Zona Evakuasi Sekolah yang berada di depan sekolah. Setiap guru melaporkan siswa yang sedang diajarnya ke guru petugas piket proses belajar mengajar.

Setelah data lengkap, guru melakukan pencocokan data siswa yang hadir hari itu. Data tersebut lalu diinformasikan kepada komando sekolah sebagai pertimbangan pengambilan keputusan selanjutnya. Keputusan juga bergantung pada informasi gempa bumi dari pihak berwajib seperti BPBD, Basarnas atau BMKG. Seluruh komponen sekolah baru aman jika telah keluar dari zona merah dan berada di zona hijau. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PKPU Ikuti Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana Gempa Bumi Skala Internasional dari INSARAG