Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menolak Keindahan

Menolak Keindahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (presbydestrian.wordpress.com)
Ilustrasi. (presbydestrian.wordpress.com)

dakwatuna.com Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Malik Ya Kuddus Ya Salam.. Ini adalah sebuah malam dimana tidak ada lagi setan yang Allah biarkan mengganggu manusia. Subhanallah, hari ini Allah mentarbiyahku secara langsung. Hampir satu minggu bulan suci ini berlalu, dan aku yakin cerita ini tak akan pernah aku lupakan dalam hidupku.

Ya Allah, Terimakasih atas pembelajaran ini…
Entah dengan apa aku bisa bersyukur, karena sejatinya malam ini aku benar-benar sedang beribadah. Bukan beribadah untuk melakukan kebajikan, namun sungguh Allah masih menjagaku dari sebuah kehinaan dan kekejian. Aku sadar dan sangat paham ini adalah sebuah kenikmatan sesaat yang tidak semua orang akan mudah menolaknya. Ibarat sebuah makanan ia sudah berada dalam pucuk sendok tinggal menunggu mulut datang menyantapnya.

Aku janji,
Iya, aku janji atas Asmamu ya Allah. Tidak ada sebuah dzat yang mampu mengalahkan segala egoisme dalam jiwaku selain Engkau. Ijinkan aku tetap berada dalam barisan hamba-Mu yang selalu takut dan tunduk kepada-Mu. Bukan hamba yang hanya mampu merasa takut atas persepsi orang atau pun tunduk pada nafsu duniawi.

Biarkan ia pergi, bersama angin malam yang sampai detik ini tak kunjung kau hembuskan. Ketika pada masanya ia kembali biarkan tulisan ini yang akan mengingatkanku tentang arti sebuah perjuangan untuk-Mu.

Maafkan aku wahai orang yang akan menerimaku kelak, aku percaya engkau akan menyampaikan kekecewaan atasku. Namun sungguh aku bangga karena Allah masih menjagaku dan mengampuniku.

Atas Nama Allah yang maha membolak-balikkan hati. Berikanlah aku masalah agar aku dapat belajar. Berikanlah aku beban agar aku lebih kuat. Berikanlah aku kesakitan agar aku selalu tegar. Berikanlah aku neraka agar aku mendapatkan surga. Ataupun hilangkanlah semuanya agar aku benar-benar ikhlas beribadah hanya pada-Mu.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

air mata tangis

Mendosa