Home / Berita / Internasional / Eropa / Keluarga Korban MH17 Ikhlas: ‘Biar Nanti Allah yang Menghukum’

Keluarga Korban MH17 Ikhlas: ‘Biar Nanti Allah yang Menghukum’

Yuriah Tanzil (64 tahun), kakak Ninik Yuliani (57) salah satu korban pesawat Malaysia Airlines MH17 . (nydailynews.com)
Yuriah Tanzil (64 tahun), kakak Ninik Yuliani (57) salah satu korban pesawat Malaysia Airlines MH17 . (nydailynews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Yuriah Tanzil (64 tahun), kakak Ninik Yuliani (57) salah satu korban pesawat Malaysia Airlines MH17 mengaku ikhlas dengan kepergian adiknya tersebut. Meski begitu, aksi menembak pesawat sipil yang terjadi Kamis (17/7) lalu dianggapnya sebagai kejahatan internasional yang luar biasa.

“Bukan main sekali. Korban dari beberapa negara. Kan nggak ada salah apa-apa tapi kena imbas dari perang,” kata Yuriah kepada Republika, Ahad (20/7/14).

“Padahal nggak ada sangkut paut dengan negara tersebut, dengan konflik mereka, nggak ada kepentingan apa-apa tapi menjadi korban,” ujarnya lagi menambahkan.

Yuriah mengatakan yang menjadi korban sebenarnya bukan hanya yang ada di pesawat tersebut. “Dari keteledoran dia, menghilangkan sekian banyak nyawa, membuat susah sekian ratus orang, membuat heboh berapa negara,” kata Yuriah.

Saat ini, Yuriah mengaku hanya bisa berharap hukum bisa ditegakkan dengan benar. Ia pun pasrah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. “Sekarang kita mau nuntut, nuntut siapa. Biar nanti Allah yang ngehukum. Manusia siapa yang bisa ngehukum dia,” ujarnya lirih.

Peristiwa ini menurutnya harus dijadikan sebagai suatu peringatan yang harus diperhatikan oleh semua pihak, khususnya bagi mereka yang sedang berkonflik. “Untuk negara-negara yang sedang perang, jangan main bom-bom saja. Itu akibat dari orang-orang yang ambisius perang,” katanya. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Korban tewas selama revolusi Suriah berlangsung. (Islammemo.cc)

Sepanjang Revolusi Suriah Berlangsung, 290.000 Orang Tewas, Diantaranya 85.000 Sipil

Organization