Home / Narasi Islam / Resensi Buku / 35 Sirah Shahabiyah Jilid I

35 Sirah Shahabiyah Jilid I

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "35 Sirah Shahabiyah Jilid 1".
Cover buku “35 Sirah Shahabiyah Jilid 1”.

Judul Asli: Shahabiyyaat Haul ar-Rasuul SAW
Terjemahan: 35 Sirah Shahabiyah Jilid 1
Penulis: Mahmud al-Mishri
Penerjemah: Muhil Dhofir Lc, Asep Sobari Lc
Penerbit: Al-I’tishom Cahaya Umat – Jakarta
Tebal: 406 hal; 15,5 x 24 cm
ISBN: 979-3071-36-2
Cetakan: X; Februari 2014

dakwatuna.com – Islam sebagai rahmat bagi semesta telah melahirkan banyak teladan diberbagai bidang kehidupan. Khususnya, generasi yang langsung dididik oleh Rasulullah saw. Generasi inilah yang disampaikan oleh Sayyid Quthb sebagai generasi Qur’ani yang unik. Sebab mereka, tidak beralih dari ayat lain sebelum ayat yang disampaikan kepada mereka itu diamalkan dengan baik.

Generasi ini bukan hanya terdiri dari kalangan laki-laki. Tetapi juga terdiri dari banyak kaum wanita. Kaum wanita sahabat Rasulullah yang kemudian dikenal dengan shahabiyah ini tidak hanya cemerlang dalam urusan domestik di dapur, sumur dan kasur. Mereka berhasil memberikan teladan cemerlang dalam berbagai macam aspek kehidupan.

Tentu, dengan tidak melompat dari tugas utamanya sebagai pendamping suami dan pendidik anak-anak. Sehingga, andai kita berkenan untuk menelisik lebih jauh, hampir saja, kalangan shahabiyah ini tidak terdapat secuil pun kekurangan. Pun jika ada, ia tak mungkin mengalahkan samudera kebaikan yang telah mereka tampilkan.

Syeikh Mahmud al-Mishri, dalam buku ini, menampilkan sosok-sosok luar biasa itu dengan sangat baik kepada kita. Dimulai dari aspek keturunan, perjalanan kehidupan, hingga wafatnya shahabiyah ini. Kesemuanya itu dijelaskan dengan baik berdasarkan riwayat-riwayat resmi dengan derajat shahih.

Dalam jilid 1 ini, diceritakan 13 shahabiyah yang dimuai dari sosok Ummu Khadijah al-Kubra. Janda dua kali dan pengusaha sukses ini menjadi begitu monumental semenjak beliau menjadi Istri pertama Rasulullah. Inilah pernikahan ideologis yang kemudian melahirkan banyak teladan hingga akhir zaman.

Khadijah binti Khuwailid adalah istri terbaik. Beliau mengerti bagaimana seharusnya memberikan bakti kepada seorang suami yang memikul amanah untuk umat akhir zaman. Banyak kejadian yang merekam kepiawaian beliau dalam menemani Rasul. Hingga kemudian, sosok Khadijah ini diriwayatkan mendapat salam dari Allah melalui malaikat Jibril.

Tentang testimoni bahwa beliau merupakan istri terbaik, Rasulullah sendiri yang menyampaikannya. Bahkan, ‘Aisyah binti Abu Bakar sering dibuat cemburu ketika Rasulullah menceritakan sosok Khadijah. Padahal, ketika itu beliau sudah wafat. Selepas itu pula, Rasul sering mengunjungi sahabat-sahabat semasa hidup istri pertamanya itu.
Di antara sikap utama beliau yang lain adalah bijaksana, cerdik, jujur, dipercaya, dermawan, mengutamakan orang lain, tegar dalam ujian, sabar dan berserah diri.

Sepeninggal Khadijah, Rasulullah menikah dengan Saudah binti Zam’ah sebelum akhirnya menikahi ‘Aisyah binti Abu Bakar. Mengerti bahwa dirinya tidak mungkin bisa menggantikan sosok Khadijah, Saudah senantiasa berupaya untuk bisa membahagiakan Rasulullah dengan cara yang lain.

Salah satunya, sebab dia pernah tinggal di Habasyah, Saudah sering menceritakan pengalamannya dan bagaimana kehidupan putri beliau Ruqayyah bersama suaminya, Utsman bin ‘Affan. Sehingga kemudian, Rasulullah selalu tertarik dan antusias dengan cerita tersebut. (h. 84)

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah pun menikahi ‘Aisyah. Beliau adalah satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi saat perawan. Banyak teladan yang kemudian terukir dari pasangan ini. Apalagi, ‘Aisyah merupakan putri terbaik dari Abu Bakar ash-Shidiq yang terkenal baik akhlak dan semangat juangnya untuk Islam. ‘Aisyah juga mendapat salam dari Allah. Merupakan sosok yang cerdas sehingga banyak meriwayatkan hadits. Dan menemani Rasulullah hingga beliau wafat. Pernah suatu ketika, wahyu diturunkan ketika Rasulullah sedang berada dalam satu selimut dengan istrinya itu.

Selanjutnya, dalam buku ini, diceritakan secara urut dan detil tentang sosok Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah binti al-Harits, Ramlah binti Abu Sufyan, Shafiyyah binti Huyay, Maimunah binti al-Harits, Fathimah binti Rasulullah dan Halimah as-Sa’diyah Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Meski banyak buku tentang sosok shahabiyah, yang ditulis oleh mahmud al-Mishri ini merupakan salah satu yang berkualitas bagus dan menjadi rujukan bagi banyak kalangan. Di antara sebabnya, karena buku ini ditulis dengan merujuk kepada sumber-sumber primer dan bermuatan ruhani tinggi, sesuai dengan kualitas ruhani penulisnya.

Buku ini, secara khusus direkomendasikan sebagai salah satu bacaan dan rujukan utama. Baik di bulan penuh berkah ini, maupun bulan-bulan selainnya. Harapannya, bukan sekadar dibaca melainkan menjadi nafas untuk diteladani dikemudian hari. Semoga.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pirman
Penulis, Pedagang dan Pembelajar

Lihat Juga

Wanita Hebat