Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / 10 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Berdzikir pada Pergantian Siang dan Malam

10 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Berdzikir pada Pergantian Siang dan Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (malmohri.files.wordpress.com)
Ilustrasi (malmohri.files.wordpress.com)

dakwatuna.com Hati akan hidup jika dimasuki cahaya keimanan. Tapi cahaya itu akan cepat padam jika tidak dipelihara.

Cahaya Al-Qur’an

Bumi basah karena air; hati basah karena Al-Qur’an. Rasulullah saw. mengajari kita sebuah doa:

اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an penyejuk bagi hati kami.”

Bumi sangat membutuhkan air agar bisa menumbuhkan dan memberikan kebaikan-kebaikan yang terdapat di dalamnya. Demikian juga hati, sangat perlu selalu disirami dengan Al-Qur’an agar bisa menumbuhkan iman, dan memberikan kebaikan-kebaikan amal shalih.

Hendaknya semakin banyak waktu yang kita khususkan untuk membaca Al-Qur’an. Saat membaca, janganlah kita memikirkan kapan sampai akhir juz atau surat. Yang kita pikirkan adalah bagaimana bisa memahami dan mengambil manfaat dari bacaan kita.

اللهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللهِ

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” [Az-Zumar: 23].

Agar Cahaya Tak Kunjung Padam

Waktu pagi hari, saat hati dan pikiran masih dingin dan disibukkan banyak pikiran, sangat tepat untuk membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an termasuk dalam zikir yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada waktu-waktu tersebut.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imran: 190-191].

Membaca yang disertai memahami dan mentadaburi kekuasaan Allah Ta’ala dalam perubahan dan perbedaan siang dan malam. Hingga hadir rasa takut kepada Allah Ta’ala, lisan halnya pun berdoa, “Peliharalah kami dari siksa neraka.”

Oleh karena itu Rasulullah saw. Sangat meganjurkan umat Islam untuk melakukannya. Beliau bersabda:

“Orang yang duduk di temat shalatnya setelah shalat Subuh, lalu melaksanakan shalat Dhuha dua rakaat, dan tidak mengatakan hal-hal yang buruk, maka seluruh dosanya akan diampuni walaupun lebih banyak dari buih di lautan.” [HR. Ahmad]. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
H. Moh Sofwan Abbas, MA
S1 Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir. S2 Universitas Al-Neelain, Khartoum-Sudan. Dosen Ma'had An-Nuamy, Jakarta

Lihat Juga

Unnes Canangkan Gerakan Subuh BerJamaah