Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Cara Menangkis Celoteh Mereka

Cara Menangkis Celoteh Mereka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Perang kata-kata (ilustras) - (Foto: serliafrelita.blogspot.com)
Perang kata-kata (ilustras) – (Foto: serliafrelita.blogspot.com)

dakwatuna.com Anjing menggonggong kafilah berlalu.

Pepatah di atas adalah sebuah kalimat yang sering kita dengarkan. Dalam keseharian, banyak sekali hal-hal yang tidak disukai orang terhadap kita. Lalu, tak sedikit hal itu malah membebani diri.

Namanya manusia. Rambut yang sama hitam. Tapi pemikiran berbeda-beda. Lain manusianya, lain pula yang dipikirkannya. Lain si pemilik rambut, lain isi otaknya.

Penulis pernah mendengar suatu kalimat, “Segala sesuatu itu, ‘Tuhan yang menetapkan, kita yang mengerjakan, dan orang lain yang mengomentari.”

Betul sekali. Penulis sepakat dengan kalimat di atas. Seperti kita ketahui. Apapun yang terjadi di atas dunia ini, pasti terukir karena itulah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Dan apapun yang telah ditakdirkan Tuhan, kitalah yang melakukan. Kemudian tentang apa  yang kita lakukan, semua orang yang melihat pasti akan memberikan penilaian dan pandangan yang berbeda-beda.

Sekali lagi, apapun yang kita lakukan, masing-masing orang memberikan penilaian yang berbeda. Ada yang setuju dengan apa yang kita perbuat. Tapi memang, tidak selamanya begitu.

Banyak orang yang sepakat, banyak pula orang yang tidak sependapat. Bahkan tidak menyukai apa yang telah kita lakukan. Padahal, sesuatu yang tidak mereka sukai bukanlah sesuatu hal yang buruk. Bukanlah sesuatu hal yang salah.

Tapi, suka ataupun tidaknya seseorang dengan kita, tergantung apa yang menjadi landasan pemikiran mereka. ketidaksetujuan dan ketidaksenangan mereka terhadap apa yang kita lakukan terjadi karena mereka hanya memberikan perspektif negatif tehadap apa yang mereka lihat.

Ya, bagaimana cara menilai masalahlah yang menjadi kuncinya. Apapun yang dilakukan oleh seseorang, jika kita tidak menyukainya, pasti kita yang berpikiran jelek tentangnya.

Begitu juga, kadang ada orang memang tidak menyukai kita, apapun yang kita lakukan, pasti selalu terlihat salah olehnya. Pasti, selalu apa yang mereka lihat itu tidak baik. Meskipun semua yang kita lakukan adalah hal yang benar.

Oleh karena itu, tentang apapun penilaian orang kepada kita, apapun pendapat orang mengenai diri kita, maka coba saja untuk menutup telinga atas apa yang kita dengar. Terkadang, kita memang perlu menebalkan muka atas segala isu dan penilaian orang yang tidak benar terhadap kita. Ya, memang terkadang, kita tidak harus terpengaruh dengan apa yang mereka ucapkan. Mereka berbicara yang tidak-tidak sebab ketidaktahuannya.

(Pirman)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

selamat karena diganggu semut

(Video) Kebaikan dari Allah Taala Sering Kita Anggap Sebagai Keburukan, Ini Buktinya

Organization