Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Belum Waktunya

Belum Waktunya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Dulu ini tak ada
Tak tahu harus kusebut ini apa
Muncul begitu saja tanpa sapa
Mencengkeram kuat tempat bersemayam asa
Tak berwujud tapi ada
Bukan benda bukan kata
Yang ada hanya rasa

Bagiku ini baru
Tak pernah seperti ini ku dulu
Bagiku ini rumit
Seolah selalu ada yang menghimpit
Menggigit, sakit
Bagiku ini tak biasa
Walau katanya
Seluruh dunia pasti merasakannya
Bagiku ini membingungkan
Seolah pergi tanpa tujuan
Berdoa tanpa harapan
Bersenandung tanpa pesan
Bermain tanpa teman
Bagiku ini aneh
Sekilas tampak remeh temeh
Tak jarang yang mengatakan ini urusan receh

Hei jiwa!
Abaikan saja ia
Anggap ia tak ada
Karna belumlah waktunya ia ada
Pada ruang kosong bersanding cita dan asa
Di situlah seharusnya ia

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Komarudin
Pendidik, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Flowing Quran, MC, Pegiat Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jakarta.

Lihat Juga

Menteri Ini Serukan Rakyat Mesir Utamakan Pekerjaan Daripada Sholat