Home / Berita / Internasional / Asia / Masih Banyak Warga Muslim yang Hilang dalam Pembantaian India

Masih Banyak Warga Muslim yang Hilang dalam Pembantaian India

Warga memberikan suara dalam pemilu India (The Guardian)
Warga memberikan suara dalam pemilu India (The Guardian)

dakwatuna.com – New Delhi. Kepolisian India melakukan pencarian terhadap 12 warga Muslimnya yang dinyatakan hilang. Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya 7 mayat warga Muslim yang terapung di sebuah sungai di wilayah Assam. Seperti diberitakan Al-Muslim, Kamis (8/5/2014).

Serangkaian pembantaian warga Muslim terjadi di wilayah Assam. Sekitar 41 orang meninggal dunia akibat pembantaian itu pekan lalu. Kejadian ini tidak bisa dipisahkan dari persaingan dalam pemilu dan kebencian terhadap warga Muslim.

Kaum radikal dari Suku Bodo sebagai pihak yang tertuduh melakukan tiga kali serangan. Mereka melakukan aksi balas dendam karena warga Muslim memberikan suara dukungan bukan kepada kandidat yang mereka dukung. Kebanyakan korban berasal jatuh di kampung Narayanguri. Di kampung ini, sekelompok orang bertopeng membakar puluhan rumah warga, dan menembak mati lebih dari 20 orang, di antaranya wanita dan anak-anak.

Kepala kepolisian Assam menyatakan, “Kami telah menyebarkan tim SAR yang tergabung dalam kepolisian Assam untuk menyisiri sungai guna mencari para korban.” Polisi bersama warga juga berhasil menemukan mayat seorang bayi berumur 6 bulan bersamaan dengan mayat seorang ibu berumur 35 tahun tergeletak 25 km dari tempat kejadian pembantaian. Selain itu ada 5 mayat yang terapung di sungai.

Saat ini pemilu di India memasuki tahap terakhir dari lima pekan pelaksanaannya. Di beberapa wilayah, pemilu menyebabkan terjadinya ketegangan antar etnis. Seorang calon legislatif dari partai BJP, Nanendra Modi, dituduh bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Hal itu karena Modi sempat mengeluarkan pernyataan provokatif “Para pengungsi dari Bangladesh (warga Muslim) harus bersiap-siap meninggalkan tempat tinggalnya jika dirinya menang dalam pemilu.” (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Pakistan Peringatkan Kemungkinan Meletusnya Perang Nuklir dengan India